Advertorial Pemprov Riau
Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Salah Satu Gaya Tarik Investor untuk Berinvestasi di Riau
Jumat, 19/08/2016 - 17:00:00 WIB
Gubri Hadir sekaligus Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Prov Riau di BP2T Prov Riau.<br>
Gubri Hadir sekaligus Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Prov Riau di BP2T Prov Riau.

PEMERINTAH Provinsi Riau terapkan langkah konkrit tarik investror mempermudah menanamkan investasinya di Bumi Lancang Kuning. Dengan banyaknya peluang usaha yang terbuka, nantinya tingkat ekonomi masyarakat akan terdongkrak lebih baik.

Sebut saja pengembangan industri di kawasan Pelabuhan Tanjung Buton yang berada di Kabupaten Siak. Pelabuhan yang kini menjadi salah satu target pembangunan pemerintah pusat ini tengah digodok menjadi pelabuhan nasional.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman sebelumnya telah mengimbau kepada para investor untuk tak ragu berinvestasi di kawasan yang menjadi salah satu koridor perekonomian Provinsi Riau ini.

"Kawasan ini akan menjadi kawasan strategis, jadi investor pun tidak perlu ragu lagi dengan kawasan ini. Kita akan jadikan kawasan pelabuhan ini menjadi kawasan yang besar dalam rangka meyakinkan investor untuk masuk ke dalam kawasan itu," ujar Arsyadjuliandi Rachman yang akrab disapa Andi Rachman ini, beberapa waktu lalu.

Menurut informasi, Andi menuturkan sudah ada beberapa perusahaan yang mengajukan izin untuk melakukan investasi di Buton.


Pelabuhan Tanjung Buton.

Sementara itu, selain kawasan Pelabuhan Buton, Kota Dumai yang juga menjadi koridor Provinsi Riau kini juga sudah menjadi kota yang berkembang. "Untuk Dumai, kita mengikuti seperti air mengalir saja karena posisi Dumai yang sudah lebih awal siap," sebutnya.

Terakhir, untuk kawasan Selatan Riau yakni Kuala Enok, Andi Rachman menuturkan telah melakukan pembicaraan awal dengan PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) terkait kerja sama daerah yang dilakukan dengan perusahaan ini.

Sejalan dengan itu, untuk mendukung vivi ini, Pemrov Riau menerapkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang diusung Badan Penanaman Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) hingga sampai ke seluruh Kabupaten dan Kota.

Tujuan dari optimalisasi satu pintu ini untuk memberikan pelayanan yang mudah dan transparan dan siap melayani para pengusaha dan investor baik lokal maupun asing yang memberikan jaminan bagi mereka untuk memperoleh kemudahannya dalam mengurus perizinan usaha yang kini serba online.

Dengan pelayanan satu pintu ini, setiap pelaku usaha dapat memperoleh informasi mengenai prosedur, waktu, dan biaya secara online melalui website yang telah disediakan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) yaitu bp2t.riau.go.id. Para investor dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh perizinan dan non perizinan secara online melalui website tersebut.

Dalam hal ini Pemerintah Provinsi Riau melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dinilai efisien dan transparan selain memiliki keunggulan sangat cepat, mudah, transparan, bebas dari biaya tidak resmi, dan memiliki kepastian hukum serta pelayanannya yang profesional. Saat ini PTSP telah melayani berbagai macam investasi diantaranya Izin Penanaman Modal, Izin Usaha Perubahan, Izin usaha Perluasan.

Untuk itu, melalui Kepala Badan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMT2T) Riau, Evarefita secara terpisah belum lama ini menyampai  bahwa BPMT2T bertekad menjadikan Lembaga pelayanan perizinan yang lebih prima, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan perizinan yang cepat, akurat dan akuntabel.

"Tidak hanya itu BP2T juga terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusianya (SDM). Hal ini dalam rangka percepatan pelayanan perizinan dengan menggunakan teknologi secara online. serta meningkatkan penanganan pengaduan masyarakat terhadap pelayanan," kata Evarefita.


Kunjungan Asesmen Komisioner Ombudsman RI di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu didampingi oleh Kaban Evarita SE MSi.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyampaikan, dengan kemudahan dalam pemberian izin melalui pusat pelayanan perizinan di BPMT2T, sangat berpengaruh terhadap lapangan kerja yang lebih terbuka lebar seiring dengan banyaknya investasi di Riau. Hal itu sangat membantu ditengah pemerintah yang saat ini menghadapi hambatan dalam pelaksanaan APBD tahun anggaran 2015 yang lalu.

Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau, Evarefita, menyampaikan bahwa pilot project dalam pencanangan zona integritas di lingkungan BP2T Provinsi Riau adalah pelayanan perizinan dan non perizinan.

"Pencanangan zona integritas ini tidak hanya seremonial, dimasa yang akan datang akan kita teruskan," ucap Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Riau dalam suatu kesempatan.

Saat ini PTSP telah melayani berbagai macam investasi diantaranya Izin Penanaman Modal, Izin Usaha Perubahan, Izin usaha Perluasan. Salah satu keberhasilan penerapan PTSP telah dibuktikan di sejumlah pemerintahan di tingkat kabupaten/kota di Riau.

Seperti Kabupaten Siak, misalnya telah mendapat penghargaan dalam bidang pelayanan PTSP oleh Kemen PAN RB beberapa tahun lalu. Ini menunjukan bahwa pelayanan satu pintu terpadu sudah jadi komitmen, dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pelaku usaha. Hal ini dilakukan agar tak ada lagi hambatan birokrasi yang dalam bidang pelayanan.

Saat ini sistem pelayanan terpadu juga telah ditingkatkan berbasis teknologi. Yaitu layanan PTSP secara online sehingga memberikan kemudahan bagi yang terlibat dalam kepengurusan perizinan tidak lagi terkendala waktu dan tempat. (Adv)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved