Advertorial Pemprov Riau
Kementan Dukung Sagu jadi Alternatif Ketahanan Pangan di Riau
Kamis, 17/12/2015 - 06:05:00 WIB
Petani sagu di Kabupaten Kep Meranti<br>
Petani sagu di Kabupaten Kep Meranti

PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur
Riau Arsyadjuliandi Rachman, memperkenalkan sagu sebagai salah satu
bahan pokok pangan terbaik. Menurutnya, sagu merupakan makanan yang
mengandung gizi tinggi.

Hal ini diungkapkan Plt Gubri di hadapan
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Gardjita
Budi, Kamis (10/12/2015) pada Peringatan Hari Pangan se-dunia ke-35
Tingkat Provinsi Riau di, Gedung Daerah Provinsi Riau.

"Sagu sangat baik untuk kesehatan. Kandungan gula dalam sagu, jauh lebih rendah daripada kandungan gula dalam beras," katanya.

Untuk
itu, Plt Gubri mengajak anak-anak sebagai generasi muda untuk mulai
mengkonsumsi dan mengenal makanan yang terbuat dari sagu. "Sagu bisa
diolah menjadi makanan yang enak-enak, " terangnya.

Sementara itu
Gardjita mendukung penganan sagu sebagai pengganti beras. Menurutnya,
dengan adanya konsumsi bahan pokok alternatif seperti halnya sagu akan
menekan tingkat konsumsi beras.

"Riau punya sagu. Bahan pokok ini
perlu kita dukung untuk ketahanan pangan. Negeri tetangga saja sudah
banyak yang mengkonsumsi berbagai makanan dari olahan sagu," ujarnya.

Dia
menambahkan, jika Indonesia tidak anti impor dan juga tidak menutup
diri untuk melakukan impor dalam kondisi terdesak. Terutama, untuk
memenuhi kebutuhan lain yang tidak dimiliki oleh daerah.



"Selama
daerah-daerah di Indonesia masih memiliki potensi bahan pokok makanan
yang bisa digeliatkan, pemerintah akan terus mendukung sektor tersebut
dan menghindari impor," paparnya.

Kepala Dinas Pertanian dan
Peternakan Provinsi Riau, A Patrianov melihat potensi sagu tidak
diragukan lagi untuk dijadikan anternatif ketahanan pangan.



"Hanya
saja mengubah kebiasaan masyarakat dari makan beras ke makan sagu
memang butuh waktu lama. Namun dalam situasi ketahanan pangan Riau
seperti ini, mau tidak mau itu harus dilakukan. Sebab peperintah tidak
bisa selamanaya berharap banyak pada produksi beras sebagai pasokan
andalan pangan di Riau," ujarnya. (Adv/Humas)




comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved