Advertorial Pemprov Riau
Angkat Perekonomian Daerah, Riau Akan Bangun Pelabuhan Kelas Dunia di Tanjung Buton
Selasa, 15/12/2015 - 17:00:00 WIB
<br>

TANJUNG Buton adalah nama pelabuhan kedua di
Riau. Pelabuhan yang tepatnya berada di Siak ini diapit oleh pesisir
timur Pulau Sumatera dengan selat Pulau Padang di Kabupaten Meranti,
Riau.

Jaraknya dari Kota Pekanbaru mencapai 140 kilometer dan 112
mil menuju perairan internasional Selat Malaka. Pelabuhan itu sudah
dipakai untuk bongkar muat, terutama kendaraan mobil atau motor dari
Jakarta.

Sekali-sekali ada juga ekspor produk agro ke Malaysia,
Singapura atau Korea. Untuk lebih mendukung peningkatan ekspor Riau dan
pertumbuhan ekonomi, keberadaan Tanjung Buton sangat penting.

Makanya
Pemerintah Provinsi Riau terus berusaha agar proses percepatan
pembangunan kawasan Industri dan Pelabuhan Tanjung Buton (KITB), yang
bakal menjadi kawasan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Riau.
 
Kawasan
Tanjung Buton ini bakal dijadikan sebagai kawasan Industri baru. Untuk
itu perlu percepatannya, karena di Sumatra ini baru satu di teluk
semangka, dan Buton ini selanjutnya bakal menjadi pertumbuhan ekonomi
Sumatra yang baru.

Untuk merealisasikannya, Pemprov Riau telah
meninjau kawasan tersebut baik bersama kementrian terkait, DPR RI Irman
Gusman dan DPD RI lainnya beberapa waktu lalu.
 
"Dari kunjungan
ini kita akan meyakinkan kepada Pemerintah pusat untuk mempercepat
pembangunan kawasan ini. Selain itu RTRW Riau kita juga akan berupaya
untuk segera di percepat pengesahannya," ungkap Irman.
 
"Jika ini
terwujud, maka komoditas primer kita tidak lagi fluktuatif, sehingga
kita bisa mengelola hilirnya dan kemudian harga produk pertanian akan
lebih stabil," tambahnya.
 
Menurut Irman, produk perkebunan
seperti kelapa sawit dan karet memiliki banyak produk turunan yang bisa
diolah dan kemudian dipasarkan dengan daya tawar yang lebih baik. Jika
ada kawasan Induatri di daerah yang akan menampung segala bentuk
perindustrian.
 
"Maksudnya, lebih baik mengekspor ban
dibandingkan karet mentahnya. Dan ini bisa dilakukan di Riau, dan jika
lebih baik, kenapa harus dilakukan di luar Riau," tegasnya.


 
Sementara
itu, Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, mengatakan, Pemprov
Riau juga berusaha untuk meyakinkan pusat agar mempercepat RTRW Riau.
Tanpa ada RTRW Riau yang sah, pembangunan di Riau tidak akan berjalan.
 
"Sudah
ada pembahasan dan kita meminta agar mempercepat pengesahan. Progresnya
sudah ada kemungkinan dalam bulan Desember sudah selesai. Jika sudah
sah, apapun pembangunan kita baik dari segi ekonomi, infrastruktur dan
yang lainnya bisa cepat kita kembangkan," ujar Plt Gubri.

Riau Akan Bangun Pelabuhan Kelas Dunia di Tanjung Buton

Pemerintah
Provinsi Riau akan membangun pelabuhan bertaraf internasional di
Kawasan Industri Tanjung Buton.Nantinya produk industri hilir yang akan
diekspor dari Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, Siak, dan Indragiri Hulu
harus melalui pelabuhan yang ada di Kawasan Industri Tanjung Buton,"
katanya di Pekanbaru, beberapa waktu lalu.

Secara geografis,
kawasan tersebut juga berada di sekitar Selat Malaka yang telah menjadi
jalur perdagangan internasional.Sudah ada beberapa investor yang
menyatakan minatnya untuk membangun industri hilir di Kawasan Industri
Tanjung Buton. Salah satunya adalah pemilik modal dari Malaysia yang
telah menyatakan kesediaannya untuk mengembangkan industri hilir di
Riau.

Dengan pelabuhan bertaraf internasional dan infrastruktur
penunjang lainnya, investor akan lebih nyaman karena tinggal membawa
uang untuk modal. Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan
Ekonomi Indonesia (MP3EI) sebenarnya memproyeksikan pengembangan Kawasan
Industri Kuala Enok sebagai salah satu upaya untuk menggenjot
perekonomian Riau.Akan tetapi, Kawasan Industri Tanjung Buton oleh
Pemerintah Riau dianggap sebagai kawasan yang lebih baik, karena dekat
dengan pusat industri.

Mengangkat Perekonomian Daerah Riau


Pengembangan
dan penetapan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) Kabupaten Siak
Provinsi Riau sangat berpotensi untuk mengangkat perekonomian daerah dan
mengangkat derajat kehidupan masyarakat yang luas.

"Dampaknya
tentu akan sangat luas dan kemana-mana, bukan hanya di Siak, namun juga
di seluruh wilayah kabupaten/kota di Riau," kata Ketua Kamar Dagang
Indonesia (Kadin) Riau, Junianto Rachman atau yang dikenal Juni Rachman
kepada pers di Pekanbaru, Rabu (18/11/2015) siang.



Untuk
diketahui, kawasan industri sangat potensial berdampak pada terbukanya
lapangan kerja yang luas dan itu tentu menguntungkan masyarakat.

"Kalau
masyarakat di Riau bisa kerja di sana dan memiliki uang dan kemudian
membelanjakannya di Kota Pekanbaru, maka sudah ada dua daerah yang
ekonominya maju, yakni Siak dan Pekanbaru. Nah, itu bisa lebih luas
lagi," katanya.

Ia mengatakan, dalam pengembangan KITB di Siak, Kadin memiliki peran dalam menyosialisasikannya.

"Karena
Kadin itu tugas dan fungsinya sosialisasi ekonomi. Kami akan
menyosialisasikannya kepada para pelaku dunia usaha. Karena memang Kadin
bukan merupakan lembaga pengambil keuntungan. Kadin sekarang sama
dengan lembaga pemerintah namun dalam bidang ekonominya. Setiap
informasi dan program pemerintah, Kadin berperan untuk
menyosialisasikannya," kata dia.

Mengenai KITB, lanjut dia, yang jelas Kadin Riau sangat mendukung dan siap membantu pemerintah dalam hal sosialisasi ekonomi.

Sebelumnya
pada Senin (16/11) Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman
telah meninjau Pelabuhan Tanjung Buton di Kabupaten Siak.

"Saya sudah meninjau Palebuhan Tanjung Buton untuk percepatan pembangunan di Pulau Sumatera," kata Irman Gusman.

Irman
Gusman mengunjungi KITB bersama senator lainnya yakni Maimanah Umar dan
Gafar Usman dengan menumpangi helikopter telah meninjau Pelabuhan
Tanjung Buton, Siak.

Menurutnya, sejauh ini untuk percepatan
pembangunan di Pulau Sumatera baru dilaksanakan di Teluk Semangka yang
berada di ujung selatan Pulau Sumatera. "Itu makanya, kemudian Tanjung
Buton, inspirasinya adalah untuk dijadikan sebagai pusat kawasan
industri baru untuk wilayah Riau dalam rangka mengolah ragam produk
industri khususnya komoditas yang ada di daerah ini," katanya.



Kemudian
lanjutnya, adalah untuk mengolah berbagai produk kebutuhan yang bisa
menunjang pertumbuhan perekonomian daerah. "Tadi saya melihat,
infrastrukturnya (Tanjung Buton) sudah cukup memadai, terutama jalannya,
kemudian pelabuhan, dan yang tak kalah penting adalah berkaitan dengan
status tanah di kawasan industri itu nantinya," ujarnya.

Irman
Gusman mengatakan, kejelasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) juga
sangat penting dan harus segera diselesaikan agar pelaksanaannya dapat
berjalan lancar. "Jika ini terwujud, maka komoditas primer kita tidak
lagi fluktuatif, sehingga kita bisa mengelola hilirnya dan kemudian
harga produk pertanian akan lebih stabil," katanya. (Adv/Humas)




comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved