Advertorial Pemprov Riau
Jadi Pusat Pertumbuhan di Sumatera, Gubri Optimis Visi 2020 Bakal Terwujud
Rabu, 02/12/2015 - 13:48:48 WIB
<i><b><font size="2">Plt Gubri Hadiri Silaturrahmi dengan Masyarakat Riau di Jakarta.<br></font></b></i>
Plt Gubri Hadiri Silaturrahmi dengan Masyarakat Riau di Jakarta.

JAKARTA-Plt Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman optimis Visi Riau 2020 bakal terwujud sesuai harapan. Keyakinan itu didasari posisi  Riau yang saat ini sudah menjadi pusat pertumbuhan di Sumatera dan sudah diperhitungkan di tingkat Asia Tenggara.

Hal itu disampaikan Gubri dalam forum silaturrahmi dengan masyarakat Riau di Jakarta, Minggu (10/5/2015) yang ditaja Badan Penghubung Provinsi Riau. Dalam agenda tersebut, Gubri memaparkan strategi pembangunan Riau ke depan. Hadir juga sebagai panelis anggota DPD RI H Abdul Gafar Usman dan Intsiawati Ayus serta mantan Ketua DPRD Riau drh Chaidir, MM. Sementara Kepala Badan Penghubung H Doni Aprialdi SH bertindak sebagai moderator.

Gubri menyebut bahwa Visi Riau 2020 merupakan kehendak segenap masyarakat Riau. Riau diharapkan pada 2020 mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan budaya Melayu di Asia Tenggara. "Saat ini semua sudah on the track. Kita sudah diperhitungkan di Asia Tenggara. Dengan pertumbuhan ekonomi yang ada dan investasi yang masuk baik nasional maupun multinasional, kita sudah diperhitungkan. Pertumbuhan tenaga kerja juga luar biasa di Riau," urai pria yang akrab disapa Andi itu.

Dan yang lebih menggembirakan, saat ini Riau menjadi pusat pertumbuhan di Sumatera. Itulah sebabnya, Pemerintah Pusat dalam menjalankan berbagai program kerja selalu menjadikan Riau sebagai sentral utama untuk kawasan Sumatera. Sebut saja, misalnya pembangunan sumatera railway dipusatkan di Pekanbaru. Dari Pekanbaru akan diteruskan track-nya baik ke Sumbar, Sumut maupun Jambi. Begitu juga dengan tol Sumatera. Dipusatkan di Pekanbaru.

"Beberapa hari yang lalu saya juga sudah melihat langsung dimana PLN menempatkan teknologi yang canggih di Pekanbaru. Pusat pengaturan beban PLN ada di Pekanbaru. Nanti pusat energi listrik ada di Siak," ulasnya lagi.

Dari segi budaya, Gubri juga mengaku sedang berupaya keras agar Riau menjadi kiblat utama budaya Melayu di Asia Tenggara pada 2020. Selain terus menjaga nilai-nilai budaya Melayu, Gubri juga mengatakan akan membentuk Dinas Kebudayaan yang nanti tugasnya menjaga dan mengembangkan budaya Melayu Riau.

"Saya sudah bicarakan ini dengan pihak DPRD Riau. Kita tidak ingin Budaya Melayu Riau terpolusi oleh yang lain," ungkapnya seraya menyebut contoh dimana di salah satu daerah, ada yang sudah menggunakan permen sebagai pengganti sirih saat melakukan tari persembahan. Tentu saja hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi di Riau, karena sudah keluar dari nilai-nilai Budaya Melayu.


Karena perkembangan Riau yang mengembirakan, masyarakat di luar Riau berbondong-bondong datang ke Riau, sehingga pertumbuhan penduduk di Riau menjadi cukup tinggi. Saat ini jumlah penduduk Riau sudah mencapai 6,2 juta jiwa. Untuk Pekanbaru saja sudah melewati angka 1,1 juta jiwa.

Agar masyarakat Riau tidak terpinggirkan, maka pembangunan sumber daya manusia menjadi sangat penting. Pembangunan SDM ini seiring dengan reformasi birokrasi yang sudah dan sedang dilakukan Pemprov Riau. Misalnya saja, belum lama ini Pemprov Riau menggelar asessment (lelang terbuka) untuk pemilihan pejabat setingkat eselon II, yang nanti dilanjutkan untuk eselon III dan IV.

Hal serupa, tegas Gubri, juga sudah dilakukan saat memilih Dirut Bank Riau Kepri. "Nanti untuk Dirut BUMD yang lain juga akan kita lakukan hal yang sama," tegas politisi Partai Golkar itu.

Pada kesempatan itu, Gubri juga menyebut bahwa APBD Riau saat ini tentu tidaklah cukup untuk membangun Riau. Apalagi DBH Migas yang selama ini diterima Riau terus menurun. Oleh karena itu, selain terus berupaya menggali potensi PAD, Pemprov Riau bersama seluruh kabupaten/kota juga harus bersinergi mengejar dana APBN. "Dengan bersinergi, pembangunan juga bisa lebih terarah," sebutnya.

Terkait soal pemerataan pembangunan, Gubri kembali menjelaskan strategi pembangunan yang sedang dijalankan Pemprov Riau, yakni dengan membagi wilayah Riau menjadi dua bagian, yakni Riau daratan dan Riau kepulauan. Selama ini, Riau kepulauan ternyata lebih tertinggal. Oleh karena itu, sudah disusun berbagai program pembangunan untuk itu. Antara lain dengan strategi merangkai pulau-pulau dengan pembangunan pelabuhan roro.

"Ini sudah masuk di APBN 2015. Jadi dari Kepulauan Meranti ke Bengkalis sudah ada roro. Buton ke Tebing Tinggi, Tebing Tinggi ke Pulau Rangsang. Buton ke Pulau Padang. Dari Pulau Padang ke Bengkalis. Begitu juga dari Pulau Rupat ke Dumai dan lainnya," ujar Gubri.

Pemprov, tegas Gubri, juga fokus membangun infrastruktur Pelabuhan Tanjung Buton dan Kuala Enok. Ini untuk mengurangi antrian di Pelabuhan Dumai yang demorage-nya sudah sampai seminggu. "Jadi Pelabuhan Buton di tengah, Kuala Enok di Selatan. Kalau untuk pembangunan Pelabuhan Dumai, kita bisa masuk dalam program poros maritim pemerintahan Jokowi-JK. Dianggarkan di APBN," ungkapnya lagi.

Masyarakat Jangan Pecah Lagi
Saat bersilaturrahmi dengan masyarakat Riau, Gubri meminta agar tidak ada lagi riak-riak perpecahan di masyarakat asal Riau di Jakarta. Lebih baik, tegas Gubri, kita bersama-sama membangun Riau agar lebih maju dan sejahtera. "Saya berharap ke depan, tidak ada lagi yang bicara soal perpecahan," harapnya.

Di depan masyarakat asal Riau, Gubri juga menegaskan pentingnya memfungsikan Badan Penghubung Provinsi Riau di Jakarta sebagaimana mestinya. "Anggap saja Badan Penghubung itu Kantor Gubernur Riau di Jakarta. Fungsikan sebagaimana mestinya agar masyarakat juga merasa memiliki," pintanya.

Gubri juga berjanji akan secara rutin mengadakan pertemuan dengan masyarakat Riau di Jakarta agar terjadi komunikasi yang baik. "Paling tidak sekali 6 bulan kita bertemu. Saya juga berharap nanti ada pertemuan di kediaman saya agar lebih akrab," harapnya.

Dalam pada itu, mantan Ketua DPRD Riau drh Chaidir memuji kepemimpinan Gubri Andi yang low profile. Namun Chaidir mengingatkan agar Pemprov Riau serius menyiapkan SDM Riau terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). "Kalau kita masih terpecah-pecah, tidak bersatu, kita akan sulit bersaing," sebut Chaidir.

Sementara anggota DPD RI Gafar Usman dan Intsiawati Ayus mengaku siap bersinergi dengan Pemprov Riau dalam memperjuangkan berbagai kepentingan dan aspirasi masyarakat Riau di tingkat pusat. "Tidak ada yang tidak bisa kalau kita bersatu dan bersinergi," tegas Gafar Usman.

Riau Menggetarkan Jakarta
Di sisi lain, saat menyampaikan kata sambutan, Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau Doni Aprialdi mengatakan bahwa saat ini jumlah masyarakat Riau di Jakarta tidak kurang dari 10 ribu jiwa. Jumlah ini, tegasnya cukup besar. Kalau masyarakat Riau bersatu dan kompak memberikan kontribusi positif untuk pembangunan Riau, ini akan sangat besar pengaruhnya.

"Dengan jumlah yang begitu besar, jangankan menggetarkan Riau, bahkan menggetarkan Jakarta pun sebenarnya kita bisa asal kita bersatu-padu. Oleh karena itu ke depan, tak perlu ada lagi perpecahan. Tak ada gunanya," tegas mantan Karo Umum Setda Provinsi Riau itu. (Adv)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved