Advertorial Pemprov Riau
Pemprov Riau Minta Semua Pihak Bersinergi Atasi Bencana Karhutla
Sabtu, 28/11/2015 - 14:13:15 WIB
<br>

KABUT asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mengelimuti berbagai daerah di Riau membuat banyak kalangan prihatin. Untuk mengatasi bencana tahunan ini tidak bisa hanya dilakukan satu pihak saja, misalnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Upaya ini membutuhkan sinergi banyak  pihak, seperti kabupaten/kota, aparat keamanan, perusahaan, masyarakat dan instansi terkait lainnya.

Sebab itu pula lah, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, kemudian mengeluarkan instruksi khusus terkait Karhutla ini. Instruksi tersebut dituangkan dalam Surat dengan Nomor: 01/INT-HK/IV/2015. 

Pria yang akrab disapa Andi Rachman ini, dalam instruksi tersebut mengimbau seluruh bupati/walikota, kepala dinas, badan dan biro di lingkungan Pemprov Riau untuk meningkatkan koordinasi dalam mengatasi dan mengantisipasi karhutla serta kabut asap.

"Pemprov harus mengedepankan perlindungan terhadap masyarakat dari ancaman karhutla dan kabut asap yang terjadi di hampir seluruh wilayah di Riau," ujarnya.

Dia juga meminta bupati/walikota se-Riau mengoptimalkan peran camat, kepala desa dan lurah untuk memantau, mengawasi dan mencegah terjadinya karhutla di wilayah kerja masing-masing. "Untuk daerah yang telah menetapkan Status Siaga Darurat agar segera melaksanakan rapat koordinasi menentukan penetapan status dengan pertimbangan dari lembaga teknis dan mempedomani Peraturan dan perundang-undangan yang berlaku," pintanya.

Selain itu, Andi juga meminta kabupaten/kota harus segera melaporkan perkembangan pengendalian karhutla di wilayah masing-masing sesuai dengan tugas dan kewenangan. Para bupati dan walikota juga diminta mengawasi   aktivitas perusahaan dan masyarakat  untuk mencegah terjadinya pengrusakan ekosistem gambut yang menyebabkan karhutla di lahan Riau.

"Seluruh bupati/walikota, kepala dinas, kepala badan dan kepala biro diminta untuk cepat, tanggap dan siaga dan mengatasi karhutla dan kabut asap untuk pencegahan sedini mungkin," sebutnya.

Peran Masyarakat
Pada bagian lain, Andi Rachman meyebutkan peran masyarakat juga sangat menentukan dan utama dalam mencegah terjadinya karlahut yang berakibat pada terjadinya kabut asap seperti sekarang ini. Dengan tidak membakar ketika membuka lahan dan hal itu dilakukan secara bersama-sama, maka asap akibat karhutla ini menjadi tidak ada atau bisa diminimalisir meski dalam cuaca panas.

"Warga miliki andil besar, agar udara kita tidak diselimuti asap. Kembali saya ajak seluruh lapisan masyarakat di Riau agar secara bersama bisa melakukan langkah pencegahan terjadinya karhutla. Kalau sudah terjadi, dapat segera laporkan ke pihak terkait RT atau RW," jelas Andi.


Sudah Optimal

Andi Rachman, mengatakan upaya yang dilakukan Pemprov Riau dalam memadamkan karhutla sesungguhnya sudah sangat optimal. Misalnyam, salah satu upaya dilakukan Satgas Udara dengan melakukan penyemaian ratusan ton garam di awan untuk Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang bertujuan agar turun hujan.  "Semua upaya telah kita lakukan agar hujan turun. Kita juga melakukan pemadaman dengan mengikutsertakan berbagai pihak terkait. Kita sudah berusaha seoptimal mungkin," paparnya, akhir pekan ini.

Andi menambahkan Tim Satuan Tugas (Satgas) Karlahut Riau baik darat maupun udara juga telah berupaya untuk memadamkan karlahut di Riau membakar sekitar 1.264 hektare lebih pada 12 kabupaten/kota dan berhasil dipadamkan sekitar 1.125 hektare.

Selain itu, katanya, upaya water bombing atau pengboman air mengunakan dua helikopter  jenis Sikorsky dan MI 17 yang didanai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta beberapa helikoter milik dua perusahaan kehutanan terus dilakukan. "Kami sudah berusaha. Posko sudah kita optimalkan. Pengawasan kejahatan karlahut sepenuhnya kami serahkan kepada penegakan hukum. Yang jelas kalau ada laporan-laporan, harus ditanggapi segera laporan itu," tegasnya.



Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Provinsi Riau, Edward Sanger,  mencatat sebanyak 1.125 dari total 1.264 hektare (ha) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau telah berhasil dipadamkan Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Riau. "Hingga akhir pekan lalu atau Minggu  (26/7), baik satgas di darat maupun udara sudah memadamkan 1.125,25 ha dan salah satunya dengan menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)," katanya.

Dia mengatakan Tim Satgas Udara Karhutla sudah melakukan sebanyak 25 kali sortir atau memilih untuk pemadaman titik api dengan menggunakan TMC bersama tim lainnya termasuk dari dua perusahaan besar di Riau menggunakan helikopter dari udara sampai 26 Juli 2015 "Selain itu, lama tiga hari atau dari 24 sampai 26 Juli, kita telah lakukan penaburan garam sebanyak 55,28 ton. Jadi setiap terbang, bawa kurang lebih sebanyak 2,4 ton garam," jelas Edwar.

Delapan 8 Instruksi Plt Gubernur Riau

Berikut delapan poin instruksi Pelaksana Tugas Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, kepada seluruh kepala badan, dinas, kantor, biro serta bupati, wali kota untuk menekan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla);

1. Meningkatkan koordinasi, mengerahkan segenap kemampuan dan sumber daya sesuai tugas dan kewenangannya untuk mengantisipasi timbulnya asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Riau.

2. Mengedepankan perlindungan terhadap masyarakat dari ancaman bencana kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan.
3. Bupati dan wali kota agar memaksimalkan camat, kepala desa, lurah untuk memantau, mengawasi, dan mencegah karhutla di wilayah masing-masing.

4. Bagi daerah kabupaten atau kota yang belum menetapkan status siaga darurat, agar segera melaksanakan rapat koordinasi untuk menentukan penetapan status daerah dengan lebih dulu mempertimbangkan masukan dan saran dari lembaga teknis dan sesuai pedoman aturan dan undang-undang yang berlaku.

5. Bupati dan walikota melaporkan pengendalian karhutla di wilayah masing-masing sesuai tugas dan kewenangannya.

6. Kepada SKPD terkait serta bupati dan wali kota se-Riau agar meningkatkan pengawasan dan pengendalian aktifitas perusahaan serta masyarakat untuk mencegah terjadinya pengrusakan ekosistem gambut yang memicu karhutla.

7. Cepat tanggap dan sigap dalam mengatasi karhutla sehingga kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sedini mungkin.

8. Bersama-sama bertekad membuka lembaran baru dan mewujudkan Riau Tanpa Asap.

Himbau Masyarakat Peduli Lingkungan

Dinas Kehutanan Provinsi Riau menghimbau masyarakat agar tidak membakar lahan, pasalnya, pembakaran lahan menyebabkan potensi kebakaran hutan kian besar.

Ekses pembakaran hutan yang marak terjadi akhir-akhir ini, juga membuat pihak dinas terkait dibuat pusing tujuh keliling.

Seperti dikatakan Beni Masfar, selaku Kepala Bagian Hubungan Masyarakat di Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Rabu (12/8/2015) di ruang kerjanya, bahwa mereka dibuat pusing karena masalah ini terus terjadi berulang-ulang.

Namun demikian, menurut Beni pihak dinas Kehutanan tidak serta-merta melepas tanggungjawab mereka, dikarenakan pihak Dinas Kehutanan selalu siaga dan proaktif.

Lanjutnya lagi, pihak Dinas Kehutanan Provinsi Riau menghimbau kepada masyarakat atau para petani kelapa sawit agar selalu memperhatikan apa yang mau dibakarnya. (Adv)




comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved