Advertorial Pemprov Riau
Plt Gubri Ajak Warga Riau Jadikan Momentum Idul Adha untuk Meningkatkan Ketaqwaan
Jumat, 27/11/2015 - 15:51:29 WIB
<br>

PERINGATAN Idul Adha merupakan bentuk upaya peningkatan kualitas keimanan dan ketaqwaan bagi ummat Islam di seluruh penjuru bumi, termasuk di Bumi Lancang Kuning, Provinsi Riau.

Demikian diutarakan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri), H Arsyadjuliandi Rachman, usai laksanakan Salat Idul Adha di Masjid An-Nur, Pekanbaru, beberapa waktu lalu.

Keesaan dan kebesaran Allah SWT harus senantiasa tertanam dalam setiap jiwa umat muslim di Negeri Melayu. Kalimat takbir yang dikumandangkan pada hari raya Idul Adha, memiliki makna keimanan dan ketaqwaan yang sangat dalam.

Kata orang nomor satu di Riau ini, sedikitnya ada lima kalimat di dalam takbir yang setiap kali dikumandangkan tentang keesaan dan kebesaran Allah SWT antara lain, tiada tuhan selain Alllah, segala puji bagi Allah, janji Allah pasti ditepati, semua akan ditolong oleh Allah.

Setiap manusia harus memiliki keyakinan yang teguh tentang Allah SWT. Keimanan, ketaqwaan, dan semangat berbagi antar sesama, sangat dibutuhkan dalam setiap pembangunan, baik pembangunan Negeri Melayu ini, maupun nasional. Semangat berbagi antar sesama merupakan landasan untuk membangun.

"Tanpa adanya semangat berbagi antar sesama, sulit melaksanakan pembangunan, termasuk di Provinsi Riau," ujarnya.

Semangat berbagi antar sesama identik dengan semangat untuk berkorban. Berkorban untuk kepentingan orang banyak, yang dilandasi  iman dan taqwa, merupakan sebuah kekuatan untuk melaksanakan pembangunan.

Dijelaskan, sudah banyak pekerjaan pembangunan, untuk kepentingan orang banyak,yang terlaksana berkat semangat berkorban warga di Riau. Ke depan ia berharap, agar semangat untuk berkorban untuk kepentingan orang banyak tetap dipelihara, dan ditingkatkan. Dengan demikian, pelaksanaan pembangunan di Riau dan perwujudan visi Riau 2020 sebagai pusat perekonomian dan kebudayaan Melayu dalam lingkungan masyarakat yang agamis, sejahtera lahir dan bathin, dapat terlaksana sesuai dambaan bersama.

Senada dengan itu, Imam salat Idul Adha saat itu, yang dipercayakan kepada Ramli Husein dan khatibnya Syafrudin Saleh, dalam ceramahnya, mengajak umat Muslim merenung kembali atas sikap ketulusan dan ketakwaan Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail. Karena mereka ikhlas menjalankan perintah Allah SWT.

"Mari kita bermuhasabah untuk merenung atas pengorbanan dan keikhlasan atas apa yang sudah dilakukan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Selain itu, banyak lagi di antara sifat-sifatnya yang perlu kita teladani dalam kehidupan kita sehari-hari," ujar khatib, Kamis (24/9/2015).

Kemudian sifat kekukuhan atas apa yang diyakininya, yakni percaya kepada adanya yang maha tunggal, maha perkasa dan maha segalanya serta itu tidak hanya menjadi simbol.

"Masa itu, Nabi Ibrahim menentang penguasa zalim Namrud dan menyuarakan kebenaran kepada umat yang saat itu masih percaya kepada patung berhala. Puncaknya, ketika Nabi Ibrahim dibakar dengan api serta dikucilkan dari pergaulan," papar Syafrudin.

Namun berkat ketakwaannya yang kuat, lanjutnya lagi, Nabi Ibrahim tetap tidak bergeming. Seandainya umat Islam yang saat ini bersatu melawan kezaliman serta tidak goyah atas yang dapat merusak keimanan, maka nilai kebenaran seperti yang telah dicontohkan dalam Alquran akan dapat terlaksana dengan baik.

"Ada lima karakter Nabi Ibrahim yang perlu kita contoh dalam kehidupan saat ini. Pertama, ketakwaan, kedua ketulusan, ketiga mempertahankan tauhid dan keempat penyabar serta kelima bersikap adil," ucapnya.

Selain itu, khatib juga banyak berbicara tentang keimanan dan ketakwaan seorang Nabi Ismail yang iklas dalam menjalankan perintah Allah. Puncaknya ketika, perintah Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim menyembelih Ismail yang kemudian digantikan seekor domba.

"Untuk mengenang ketakwaan dan ketulusan kedua Nabi ini lalu hari ini kita peringati melalui hari kurban. Ada pun simbol penyembelihan selain bentuk ketakwaan, juga sebagai simbol untuk menghilangkan simbol kebinatangan didalam diri manusia," ungkap khatib.

Plt Gubri Serahkan Sapi Presiden
Usai pelaksanaan Salat Idul Adha, Plt Gubri menyerahkan sapi kurban kepada pengurus Masjid Agung An Nur. Dalam kesempatan itu, Plt Gubri juga ikut menyerahkan sapi Kurban dari Presiden Joko Widodo.

Sapi Kurban dari Presiden dari jenis sapi Limusin, seberat 650 kilogram ini akan disembelih pada hari Sabtu, (26/9/2015), bersama 10 sapi lain dan 2 ekor kambing kurban dari jamaah Masjig Agung An Nur, Pekanbaru.

"Saya menyerahkan sapi kurban Presiden dan kurban saya ini, untuk selanjutnya dibagi-bagikan kepada masyarakat," ujar Plt Gubri, Arsyadjuliandi Rachman, didampingi Kepala Badan Penghubung Doni Aprialdi. (Adv)


KHIDMAT - Plt Gubri, H Arsyadjuliandi Rachman bersama jamaah khidmat melaksanakan Salat Idul Adha 1436 Hiriyah di Masjid Agung An-Nur.


DISALAMI - Plt Gubri, H Arsyadjuliandi Rachman, disalami masyarakat usai melaksanakan Salat Idul Adha 1436 Hiriyah di Masjid Agung An-Nur. 


SERAHKAN SAPI KURBAN - Plt Gubri, H Arsyadjuliandi Rachman, menyerahkan sapi kurban kepada pengurus Masjid An-Nur usai Salat Idul Adha 1436 Hijriyah di Masjid Agung An-Nur.





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved