Advertorial Pemprov Riau
Disdik Riau Tambah Jam Pelajaran Sekolah Paska Bencana Asap
Selasa, 08/12/2015 - 09:48:58 WIB
<br>

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Riau mulai mengeluarkan kebijakan yang telah disepakati oleh Disdik se-kabupaten/kota, untuk menambah jam pelajaran dua jam per hari selama 1,5 bulan menjelang ujian semester ganjil yang akan diadakan pada Desember 2015.

Penambahan jam pelajaran tersebut setelah seluruh sekolah mulai rutin melakukan proses belajar mengajar, karena kabut asap dan kondisi udara yang telah membaik di wilayah Riau.

Kepala Disdikbud Provinsi Riau, Kamsol, mengatakan, kebijakan ini sesuai dengan plant B yang telah disiapkan sebelumnya.

Jika asap telah hilang, sekolah kembali masuk setiap hari dan proses belajar mengajar seperti biasa. Namun ada tambahan jam pelajaran selama 2 jam setiap harinya.

Hal tersebut dilakukan untuk mengejar ketertinggalan pelajaran selama libur akibat asap. "Semua sudah menyepakati dengan penambahan jam pelajaran ini. Guru-guru juga telah mempersiapkan materi yang akan diberikan kepada siswa," ujar Kamsol.

Dijelaskannya, materi yang disiapkan oleh para guru di seluruh sekolah berupa materi esensial menjelang ujian semester ganjil yang telah di rescedule.

Selama 1,5 bulan ini pelajaran di luar sekolah atau extrakurikuler, olahraga dan muatan lokal dikurangi atau ditiadakan.

Kadisdikbud Riau, Kamsol saat menerima bantuan masker dari RAPP, di Kantor Disdikbud Riau, Pekanbaru saat bencana asap di Riau.


"Memang tidak semua daerah yang bisa memberikan pelajaran materi esensial tambahan seperti ketiadaan modul dan LKS di sekolah yang sulit terjangkau. Tapi tetap ditambahkan jam pelajaran untuk ketertinggalam pelajaran ini," ungkapnya.

Selama libur kabut asap lebih kurang tiga bulan, tercatat 200 jam untuk pelajar SD, SMP dan 300 jam bagi pelajar SMA, yang mengalami ketertinggalan pelajaran. Untuk mengejar ketertinggalan tersebut tidak akan sampai 100 persen bisa dicapai ketertinggalan tersebut.

"Paling yang bisa dikejar sepertiga sampai dua pertiga saja yang bisa dilaksanakan. Atau sekitar 100-150 jam pelajaran saja," ungkap Kamsol.

Cara ini memang dinilai perlu untuk gesa penuntasana materi akibat libur asap beberapa waktu lalu. Untuk diketahui, libur selama kabut asap memang keharusan, mengingat bahaya yang mengancam para siswa bila tetap dipaksakan ke sekolah.

Plt Gubernur Riau, Arsyad Juliandi Rahman di saat "musim asap" memang mengeluarkan edaran berisi seluruh siswa di Riau diliburkan hingga beberap waktu lamanya. Terutama pada Sabtu (19/5/2015) menyusul ditetapkan Propinsi Riau status darurat asap yang sudah mencapai PM.10 di atas 900 Psi Kategori berbahaya.

Namun, ssat itu, sejumlah sekolah di Provinsi Riau masih nekad menggelar kegiatan belajar mengajar di tengah parahnya kabut asap. Hal ini membuat Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman berang.


Sebab, dia sudah memerintahkan setiap dinas pendidikan dan UPT pendidikan untuk meniadakan proses belajar mengajar selama kabut asap masih ada di Bumi Lancang Kuning.

"Sudah disepakati bersama, bahwa anak didik tetap libur sementara karena asap, tanpa pengecualian," tegas pria yang akrab disapa Andi itu kepada wartawan, Senin (26/10/2015).

Menurut dia, tidak ada alasan bagi dinas pendidikan untuk menginstruksikan sekolah beraktivitas walaupun memiliki pendingin ruangan dan alat pengusir asap.

Keputusan meliburkan sekolah dari PAUD hingga SLTA sederajat ini berdasarkan hasil rapat koordinasi Pemerintah Provinsi Riau dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan bersama Kementerian Pendidikan.

Masih sebagai membantu siswa tuntaskan pemahaman materi pelajaran, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau juga akhirnya mengambil kebijakan untuk mengundurkan jadwal Ujian Semester Ganjil peserta didik.

Kebijakan ini diambil mengingat lamanya peserta didik tertinggal jam pelajaran saat kabut pada September-Oktober.

Pengunduran jadwal ini diberlakukan untuk semua jenjang pendidikan. Seperti Ujian Semester Ganjil untuk Sekolah Dasar yang semula pada 3-12 Desember 2015 diundur sepekan menjadi 17-23 Desember 2015.


Sementara untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dijadwalkan pada 14-23 Desember 2015. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Riau, Kamsol.

"Kebijakan ini diambil setelah berkoordinasi dengan kabupaten/kota. Diundur sepekan dari jadwal semula. Diharapkan bisa meminimalisir dan mengejar ketertinggalan pelajaran peserta didik," kata Kamsol.

Disebutkannya, selain kebijakan mengundurkan jadwal ujian, Pemprov Riau bersama kabupaten/kota juga menyepakati untuk boleh meniadakan jam pelajaran muatan lokal dan olahraga.

"Jam-jam yang dianggap tidak efektif diganti dengan mengisi pelajaran yang efektif. Seperti pengurangan atau boleh meniadakan pelajaran muatan lokal dan olahraga," tandas Kamsol.

Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman menyalami para siswa sekolah dasar yang didampingi oleh Wakil walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi.


Selain itu, Pemprov Riau juga mengambil kebijakan untuk mengurangi libur bagi peserta didik. Yang awalnya dua pekan pada tahun baru ini, menjadi satu pekan. "Untuk dipadatkan mengejar ketertinggalan tadi," tambah Kamsol.

Hal ini juga akan berdampak kepada persiapan peserta didik untuk menyambut Ujian Nasional (UN). Karena disebutkannya, tidak akan bagus jika hanya Riau yang meminta pengunduran pelaksanaan UN.

"Akan berdampak dan mengganggu persiapan pelajar untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Meski usulan itu bisa saja kita ajukan. Tetapi kita optimis bisa mengejar ketertinggalan jika semuanya sepakat dan mendukung," pungkas Kamsol. (Adv)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved