Advertorial Pemprov Riau
Riau Gencarkan Gerakan Makan Ikan
Sabtu, 12/12/2015 - 11:52:59 WIB
<div align="justify"><font size="2"><b><i>Plt Gubri beserta isteri hadir sekaligus membuka Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Prov Riau Tahun 2015 di Dinas Perikanan dan Kelautan.</i></b></font><br></div>
Plt Gubri beserta isteri hadir sekaligus membuka Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Prov Riau Tahun 2015 di Dinas Perikanan dan Kelautan.

DINAS Kesehatan Provinsi Riau, terus menggencarkan gerakan pada 2.700 anak untuk gemar memakan ikan, dalam rangkaian meningkatkan angka konsumsi ikan nasional.

"Angka konsumsi ikan nasional ditetapkan oleh Kementrian Perikanan dan Kelautan sedangkan ikan banyak mengandung nilai manfaat cukup besar khususnya nilai gizi omega 3 yang baik bagi otak anak," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Andra Sjafril, di Pekanbaru.

Menurut dia, Omega 3 merupakan salah satu jenis lemak tidak jenuh yang sangat dibutuhkan tubuh. tubuh membutuhkan sekitar 300 mg Omega 3 per harinya. Omega 3 sebagian besar dapat ditemukan pada ikan-ikanan seperti ikan salmon, ikan tuna, ikan air tawar, makerel, hering, ikan tenggiri, dan ikan sarden (ikan Lemuru).

Dalam Omega 3 sendiri terdapat komponen-komponen zat penting yang penting bagi tubuh seperti DHA (Docosahexaenoic acid), EPA (Eicosapentaenoic acid), dan LNA (Linolenic acid). DHA dan EPA banyak ditemukan pada ikan-ikanan sedangkan LNA pada tumbuh-tumbuhan termasuk sayuran yang berwarna hijau.


"Masing-masing komponen memiliki fungsi yang berbeda dalam tubuh. DHA berfungsi sebagai jaringan pembungkus saraf yang berperan dalam melancarkan perintah saraf dan mengantarkan rangsangan saraf ke otak," katanya.

EPA berfungsi dalam membantu pembentukan sel-sel darah dan jantung, menyehatkan sistem peredaran darah dengan melancarkan sirkulasi darah dan LNA berperan dalam menghasilkan energi dari makanan yang dikonsumsi dan kemudian membawanya ke sel-sel tubuh yang membutuhkannya.

Secara umum, Omega 3 bermanfaat bagi pertumbuhan sel otak, organ penglihatan dan tulang, serta menjaga sel-sel pembuluh darah dan jantung tetap sehat.

Omega 3 sangat penting bagi perkembangan sel-sel otak karena 40 persen asam lemak di otak terdiri atas asam lemak Omega 3.

Oleh karena itu, Dinas Perikanan mengundang lintas sektor terkait dalam rangka koordinasi Gerakan Anak Gemar Makan Ikan yang rencananya akan di selenggarakan di lapangan Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau Jalan Patimura Pekanbaru pada 30 Agustus 2015.


Instruksikan Olah Ikan Bangun Wisata
Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman instruksikan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mengolah ikan menjadi makanan favorit bagi pariwisata setiap mengunjungi destinasi wisata di Riau.

"Dari apa yang kita lihat hari ini, ibu-ibu kan sudah mulai (mengolah ikan). Sekarang bagaimana sama-sama kita mengangkat potensi yang dibuat ibu-ibu sedemikian rupa, tak kalah saing dengan yang ada di hotel-hotel," ujarnya di Pekanbaru, Kamis.

Pernyataan itu dikeluarkannya usai menghadiri lomba masak serba ikan dan sosialisasi gemar ikan dan bazar produk olahan hasil perikanan dan kelautan tingkat Provinsi Riau tahun 2015 beserta istri Sisilita Arsyadjuliandi dan pejabat terkait.

Sesuai tema hari jadi Provinsi Riau ke-58 tahun dan baru dilaksanakan bulan ini, lanjut Arsyadjuliandi, pihaknya menginginkan mengangkat pariwisata berbasis sumber daya yang erat kaitannya dengan gerakan memasyarakatkan makan ikan.

Terutama daerah destinasi wisata bisa dikembangkan, mengingat potensi perikanan di Riau bisa dimaksimalkan karena baru mampu produksi 225.000 ton per tahun dan tingkat konsumsi 38,37 kilogram/kapita/tahun atau masih sangat rendah dibanding negara tetangga.


"Kepada dinas terkait untuk fokus tindaklanjuti apa yang kita hasilkan pada hari ini. Misalnya dinas koperasi, kita harapkan tingkatkan pembinaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di sektor perikanan," terangnya.

Ia mengharapkan, bagaimana melatih UMKM sektor perikanan di Riau terutama pada 12 kabupaten/kota untuk dikembangkan makanan olahan dari ikan.

"Penelitian dan pengembangan harus mengetahui kondisi nutrisi yang direkomendasikan. Begitu dengan dinas perikanan sendiri, harus melihat pasokan dan permintaan karena kita berusaha untuk mengangkat ini terutama dari segi harga harus terjangkau," ungkapnya.

Dia menekankan, pasokan ikan baik ikan laut atau ikan air tawar dapat dijaga terus, agar harga tetap terjangkau oleh masyarakat di Riau.

"Tentu pasokan ikan, harus dijaga terus. Jangan sampai pasokan lebih kecil dan permintaan besar," beber Arsyadjuliandi atau akrab disapa Andi.

Tien Mastina, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau mengaku, akan perhatikan arahan plt gubernur Riau dengan masing-masing SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau dapat saling bersinergi.

"Sekarang di Riau, sedang genjot pariwisata yang ada di kita. Jadi nanti kalau bisa para SKPD bersinergi sesuai kata pak plt. Kami punya produk olahan, kemudian UMKM-nya bisa membina dan instansi terkait bisa memasarkan hasil perikanan," ujarnya.

Dalam waktu dekat, menurut dia, pihaknya akan mensosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat dan hotel, agar satu produk perikanan bisa masuk ke hotel dengan harga yang terjangkau.

"Begitu juga dengan restoran di 12 kabupaten/kota. Kalau ikan spesifik lokal, biasanya agak mahal karena ikan itu sulit didapat dan bersifat langka. Jadi kemahalannya muncul disitu," katanya. (Adv)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved