Advertorial Pemprov Riau
Plt Gubri Optimis Jadikan Mandi Safar Event Nasional
Senin, 07/12/2015 - 08:15:02 WIB
<div align="justify"><font size="2"><b><i>Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman dan Pj Bupati Bengkalis Bengkalis Ahmad Syah Harrofie memandikan Bolang (tokoh anak-anak dalam serial Bolang di Trans 7) yang ikut hadir dalam acara Mandi Safar Pantai
Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman dan Pj Bupati Bengkalis Bengkalis Ahmad Syah Harrofie memandikan Bolang (tokoh anak-anak dalam serial Bolang di Trans 7) yang ikut hadir dalam acara Mandi Safar Pantai

BENGKALIS - Untuk pertama kalinya dalam kegiatan ritual Mandi Safar di Pantai Tanjung Lapin, Desa Tanjung Punak, Kecamatan Rupat Utara dikunjungi oleh puluhan ribu warga. Kedatangan mereka, Sabtu (6/12/2015) tidak hanya ingin menyaksikan ritual adat, sekaligus juga ingin menikmati keindahan Pantai Tanjung Lapin dengan kilauan pasir putih bak mutiara.
           
Mudahnya transportasi menuju lokasi kegiatan membuat warga dari luar pulau Rupat lebih termotivasi untuk datang berkunjung. Apalagi Pemkab Bengkalis selaku "Event Organizer" menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari penambahan kapal roro penyeberangan hingga armada bus menuju lokasi.
           
Event Mandi Safar yang dipadu dengan Bakti Hari Nusantara semakin spesial karena untuk pertama kalinya dihadiri orang nomor satu di Riau, Plt. Gubri H Arsyadjuliandi Rahman berserta istri.

Tampak hadir juga sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Kemudian Penjabat Walikota Dumai, Arlizman Agus serta sejumlah pejabat Pemko Dumai juga hadir dalam kegiatan tersebut. Kemudian Pj Bupati Bengkalis, H Ahmad Syah Harrofie dan isteri serta pejabat teras di lingkungan Pemkab Bengkalis.

H Arsyadjuliandi Rahman yang sengaja khusus datang jauh-jauh dari Pekanbaru bersama isteri, sangat terkesan dan berjanji akan menjadikan kegiatan ini menjadi event nasional. Untuk mewujudkan hal itu, Plt. Gubri mengaku tidak segan-segan mengundang menteri untuk datang hadir.


"Terus dilanjutkan dan ditingkatkan. Ke depan kegiatan ini akan kita jadikan event nasional," ujar Plt Gubri di hadapan puluhan ribu pasang mata ketika membuka kegiatan membuka ritual budaya Mandi Safar di Pantai Tanjung Lapin, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (5/12/2015)

Menurut Plt Gubri, event budaya ritual Mandi Safar ini sejalan dengan visi Riau 2020 sebagai pusat budaya Melayu di Asia Tenggara. Dengan potensi Pulau Rupat yang luar biasa, khususnya di bidang pariwisata, tentunya sangat pas jika keduanya dipadukan. "Tidak hanya pariwisata saja, tapi ada unsur-unsur budaya," ujarnya.

Dikatakan, potensi pariwisata yang ada di Pulau Rupat harus dimaksimalkan mengingat Pemkab Bengkalis sudah melakukan investasi besar dibidang infratsruktur jalan. Jika potensi pariwasata ini dikelola dengan baik, maka akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan multiplier effect. "Seperti kita lihat hari ini. Melalui kegiatan Mandi Safar ini, pedagang ramai datang ke Rupat," ujar Plt Gubri.


Sebagai bentuk keseriusan Pemprov Riau, Plt Gubri berjanji akan menganggarkan DED (detail engineering design) untuk pengembangan pariwisata di Pulau Rupat pada APBD Perubahan Riau 2016 nanti."Mari kita sama-sama mengingatkan, agar pada pembahasan APBD Perubahan 2016 dianggarkan DED pengembangan pariwisata Pulau Rupat," harap Gubri.

Tak Segan Datangkan Menteri
Ritual Mandi Safar di di Pantai Lapin, Desa Tanjung Punak, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau resmi digelar dengan dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman, Sabtu (5/12/2015).

Hadir didampingi istri, Sisilita Arsyadjuliandi Rachman, membuat dirinya sangat terkesan dengan pesta budaya yang sudah berlangsung sejak turun-temurun tersebut.

Didukung dengan ramainya masyarakat yang antusias ditambah dengan hadirnya wisatawan lokal dan asing, membuat Andi Rachman percaya bahwa ritual Mandi Safar ini bisa diangkat menjadi iven nasional.


"Ini harus terus dipertahankan, kita targetkan bisa menjadi iven nasional. Kita juga tidak segan mengundang menteri untuk iven Mandi Safar ini," kata Andi Rachman.

Diharapkan Andi, ritual Mandi Safar ini bisa menjadi salah satu potensi wisata yang diminati ke depan. Didukung dengan potensi pantai dengan pasir putih yang terbentang, Rupat bisa mendunia.

"Pemkab Bengkalis sudah menggelontorkan anggaran besar untuk Rupat ini. Semua harus mendukung untuk menjadi pantai dan ritual ini menjadi pusat perhatian seluruh dunia," ujar Andi Rachman.

Wisata Pulau Rupat, Bengkalis, Riau mulai dilirik oleh sejumlah wisatawan lokal dan asing. Pantai dengan pasir putih yang membentang panjang, diyakini mampu menjadi pesaing terbesar wisata Bali yang selama ini memang sudah dikenal oleh wisatawan dunia.


Selain disambut pantai nan indah, ada wisata budaya juga yang bisa ditonton oleh para wisatawan. Salah satunya adalah Mandi Safar. Ritual tolak bala ini sudah berlangsung secara turun-temurun oleh warga tempatan.

Sebelumnya, ritual ini hanya menjadi tradisi untuk dikonsumsi oleh masyarakat sekitar. Namun melihat potensi besar pantainya, akhirnya Pemerintah Kabupaten Bengkalis bersama Pemprov Riau sepakat untuk mengemas kegiatan ini menjadi iven wisata.

Ribuan wisatawan hadir melihat dan menjadi bagian dari Mandi Safar. Tahun lalu, wisatawan asing dari Negeri Jiran Malaysia juga tidak ingin ketinggalan untuk melihat ritual ini.

Tradisi ini difokuskan di Pantai Lapin, Desa Tanjung Punak, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkali, Provinsi Riau.

Untuk sampai ke sana, dari Ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru, pengunjung akan menempuh perjalan beberapa jam menuju Kota Dumai. Kemudian melakukan penyeberangan ke Bengkalis.

Akses perjalanan yang cukup memakan waktu ini akan diupayakan untuk dipangkas. Baik akses jalan maupun saat penyeberangan menggunakan kapal. (Adv)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved