Advertorial Pemprov Riau
Pendidikan sebagai Lini Terpenting Tingkatkan Pembangunan Riau
Jumat, 04/12/2015 - 11:20:24 WIB
<br>

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau komit dalam memacu percepatan pembangunan di segala lini. Akses pendidikan merupakan salah satu lini terpenting dalam meningkatkan pembangunan tersebut, khususnya dalam meningkatkan Sumber Daya manusia (SDM). Apalagi, dari program pendidikan ini memiliki andil besar dalam meluaskan "sayapnya" untuk kemajuan sosial ekonomi masyarakat itu sendiri. 

Menyadari hal itu, Pemprov Riau menempatkan pilar pendidikan sebagai prioritas utama dalam program pembangunan daerah ini. Malah, SDM yang bermutu diyakini dapat menjadi kunci keberhasilan pembangunan suatu daerah. Makanya, peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga pendidik dan kependidikan menjadi salah satu perhatian dari Pemprov Riau, melalui Dinas Pendidikan.  

Pelaksana Tugas Gubernur Riau (Plt Gubri), H Arsyadjuliandi Rachman, mengatakan, pendidikan bukan saja menjadi  tanggung jawab negara. Tapi secara moral merupakan tanggung jawab semua. Untuk itu, ia mengajak semua pihak untuk peduli terhadap pendidikan guna mencerdaskan manusia berkarakter Pancasila.

"Kita kembalikan semangat dan konsep Ki Hajar Dewantara. Pendidikan sebuah kegembiraan.  Menuju manusia berkarakter harus bekerja keras dan membuka lebar keterlibatan masyarakat," ujar Plt Gubri, saat memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di kantor Gubernur, beberapa waktu lalu.

Plt Gubri meminta seluruh guru di Provinsi Riau untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan. Sehingga diharapkan dapat bersaing, baik di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional.

Plt Gubri juga mengingatkan perlunya suasana pendidikan yang relevan. Semua ini tentu tak lepas  dari sosok Ki Hajar Dewantara yang telah menjadikan sekolah sebagai taman atau tempat yang asik untuk belajar. Sehingga ketika ingin meninggalkan taman tersebut berat hati untuk meninggalkannya.

Namun diakui Plt Gubri, banyak kekurangan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan. Selain itu, pihaknya ingin wilayah terisolir di Riau bisa benar-benar tersentuh oleh guru-guru yang profesional. "Inilah yang harus kita perjuangkan. Untuk itu, saya mengajak seluruh satuan kerja (satker) terkait untuk mempersiapkannya, mulai dari kesejahteraan, kecakapan dan profesionalisme guru dalam menjadi tenaga pengajar, serta sarana prasarananya," jelasnya lagi. 

Hal senada juga disampaikan Plt Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, M Yafis, saat memperingati Hari Guru Nasional di halaman Kantor Gubernur Riau, baru-baru ini. Menurutnya, guru memiliki tanggung jawab besar terhadap pendidikan, namun tanggung jawab tersebut jangan dipandang secara beban.

"Kunci kebangsaan bangsa adalah tugas dari manusianya," kata Yafis.




Selain itu, lanjut Sekdaprov Riau, orang tua memberikan tanggung jawab kepada guru, karena guru adalah orang pertama yang melihat masa depan bagi anak-anak."Pendidikan merupakan tantangan namun menyenangkan. Dan di sekolah yang menyenangkan adalah yang memberikan manfaat," ucapnya.

Program Guru Garis Depan (GGD)

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai tahun 2015 ini telah membentuk program Guru Garis Depan (GGD). Program ini menjadi salah satu cara untuk menyebar guru ke daerah terdepan, terluar dan tertinggal.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Riau, Kamsol, mengatakan, pengangkatan GGD ini untuk menutupi daerah-daerah terpencil yang tidak terjangkau mendapatkan pendidikan bagi anak-anak oleh guru.

"Masih banyak anak-anak terpencil yang belum terjangkau oleh guru, belum mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan. Untuk itu pemerintah membentuk program Guru Garis Depan. Riau sendiri belum mendapatkannya,” ujar Kamsol, beberapa waktu lalu.

Perekrutan GGD ini direncanakan diambil dari putera daerah karena putra daerah lebih memahami geografis dan kondisi di daerah. Dengan cara ini adaptasi mereka pun lebih mudah daripada GGD yang berasal dari daerah lain, apalagi perkotaan.

Pemerintah akan membuat para GGD tersebut merasa betah. Salah satunya dengan cara memberikan fasilitas dan tunjangan lebih, karena tidak bisa dipungkiri lagi, mereka adalah orang-orang terpilih dan terbaik yang mau terlibat dalam pemerataan pendidikan Indonesia.

Belum Merata

Dijelaskan Kamsol, sejauh guru-guru di Riau sudah mencukupi. Secara rasio telah melebihi, namun untuk penempatan guru-guru yang belum merata. Terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Di Riau sendiri nanti juga akan kebagian GGD dari pusat, namun berapa jumlahnya belum diketahui.

"Yang jelas kita juga mendapatkan jatahnya, berapa banyak belum tahu, sebelum akhir tahun ini ada sekitar 300 guru yang akan direkrut," jelasnya.

Sementara itu, data yang diterima dari seluruh kabupaten/kota, terdapat sebanyak 72.646 guru yang tersebar di seluruh sekolah di Riau. Untuk guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 38.846 orang, guru ASN diperbantukan sebanyak 184 orang, guru bantu pusat 297 orang, dan guru tenaga honor sebanyak 15.757 orang.

“Jadi, pemerintah akan memperhatikan terhadap guru-guru, terutama dalam kesejahteraan akan kita prioritaskan. Sejauh ini memang masih banyak guru yang kesejahteraanya masih kurang. Terutama bagi guru di daerah yang jauh yang sulit dijangkau transportasi," jelas Kamsol.

Untuk itu, tuturnya, sesuai dengan Undang-Undang  Nomor 23 tahun 2014, pihaknya akan mempetakan tenaga pengajar pendidikan ini, sesuai kemampuan kapasitas guru yang ada, aspek pendidikan, sosial, dan ekonomi.




"Yang terpenting, kita berharap guru-guru kita ini kesejahteraanya bisa mencukupi. Menyangkut transportasi guru nanti akan ada perencanaannya," ucap Kamsol.

Bentuk Relawan

Menurut Kamsol, salah satu upaya mengurangi angka putus sekolah, pihaknya bersama Gerakan Indonesia Pintar membentuk relawan-relawan dari mahasiswa dan masyarakat yang peduli terhadap pendidikan. Pasalnya, sesuai data
Dinas Pendidikan dam Kebudayaan (Disdikbud) Riau, ada 153 ribu masyarakat Riau putus sekolah, mulai dari SD dan SMP.

Relawan yang dibentuk ini, terang Kepala Disdikbud Riau ini, akan bertugas mengajak anak-anak yang putus sekolah untuk kembali melanjutkan sekolahnya. Selain mengajak bersekolah kembali, para relawan Indonesia Pintar ini juga akan memberikan keterampilan kepada anak-anak yang putus sekolah.

"Paling tidak para relawan ini memberikan masukan atau menumbuhkan inspirasi baru bagi anak-anak yang putus sekolah untuk bersekolah. Para relawan ini memberikan semangat baru untuk mencapai impian-impian yang ingin dicapai mereka," kata Kamsol, baru-baru ini.

Dijelaskan Kamsol, ia memprakarsai Gerakan Indonesia Pintar ini kepada relawan, untuk memberikan pemahaman tentang visi dan misi serta gerakan yang akan dilakukan kepada calon relawan, sehingga dapat membentuk relawan yang berkarakter menuju Indonesia Pintar. (adv)




comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved