Advertorial Pemprov Riau
Riau The Homeland of Melayu, Kaya Potensi Wisata
Jumat, 27/11/2015 - 09:00:14 WIB
<b><i><font size="2">Plt Gubri Asyadjuliandi Rachman membuka papan selubung launching The Homeland of Melayu saat menggelar upacara HUT Riau di Halaman Kantor Gubernur Riau, Minggu (9/8/2015) pagi. </font></i></b><br>
Plt Gubri Asyadjuliandi Rachman membuka papan selubung launching The Homeland of Melayu saat menggelar upacara HUT Riau di Halaman Kantor Gubernur Riau, Minggu (9/8/2015) pagi.

DALAM Visi Riau 2020, sebagian besar cita-cita yang ingin dicapai oleh masyarakat Riau telah tertuang. Namun, tinggi dan luhurnya suatu cita-cita masyarakat itu diukur dari sejauh mana cita-cita tersebut mengandung nilai agama, filosofi, moral dan budaya.

Filosofi pembangunan daerah Provinsi Riau mengacu kepada nilai-nilai luhur kebudayaan Melayu sebagai kawasan lintas budaya yang telah menjadi jati diri masyarakatnya sebagaimana terungkap dari ucapan Laksamana Hang Tuah, "Tuah Sakti Hamba Negeri, Esa Hilang Dua Terbilang, Patah Tumbuh Hilang Berganti, Takkan Melayu Hilang di Bumi".

Budaya Melayu adalah budaya yang dibangun atas nilai-nilai ke-Melayuan yang bersumber dari nilai-nilai atau ajaran Islam. Karena itu, budaya Melayu identik dengan Islam. Bagi masyarakat Riau, nilai-nilai ke-Melayu-an yang mereka pegang tersebut baik secara sadar atau pun tidak sadar, langsung maupun tidak langsung, sesungguhnya sudah mereka jalankan selama puluhan bahkan ratusan tahun silam, jauh sebelum dicanangkannya Visi Riau 2020. Visi Riau 2020 secara eksplisit ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Riau No.36 tahun 2001 yakni, "Terwujudnya Provinsi Riau Sebagai Pusat Perekonomian Dan Kebudayaan Melayu Di Asia Tenggara Tahun 2020 Dalam Lingkungan Masyarakat Yang Agamis, Sejahtera Lahir Dan Bathin".

Tekad mewujudkan dan menjaganya, tampak jelas saat upacara Peringatan HUT ke-58 Riau yang penuh Khidmat, Minggu (9/8/2015) lalu. Hari itu merupakan hari bersejarah bagi seluruh lapisan masyarakat di Riau.

Penjabat Bupati Meranti Edy Kusdarwanto bertindak sebagai komandan upacara dalam peringatan HUT Riau tersebut. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman bertindak sebagai pemimpin upacara.

Hari Ulang Tahun (HUT) Riau pada tahun ini, mengambil tema "Dengan Semangat Hari jadi Riau 2015 Membangun Pariwisata Berbasis Budaya Menuju Riau sebagai the Homeland of Melayu".

Upacara penuh khidmat itu dihadiri tokoh-tokoh Riau, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Riau, para bupati/walikota, konsul Malaysia dan Singapura, para camat, lurah, para pelajar serta berbagai undangan lainnya.

Plt Gubri dalam sambutannya, mengajak kepada seluruh masyarakat yang ada di Riau untuk kembali merenung untuk mewujudkan perjuangan dan pengabdian para pahlawan termasuk harapan lahirnya Riau demi kemajuan dan kemandirian.

Andi yakin Riau ke depan akan menjadi lokomotif bagi Indonesia bagian barat, sebagai pusat perekonomian. Selain itu, Andi juga mengajak agar semua pihak berazam untuk menjadikan Riau sebagai negeri tamadun.

"Hal ini selaras dengan tema yang diambil pada HUT Riau kali ini, yakni The Homeland Of Melayu, sebagai tekad sungguh-sungguh mewujudkan visi misi Riau sebagai pusat ekonomi dan kebudayaan Melayu di Asia Tenggara," ujar Andi.

Katanya lagi, berkaca pada sejarah masa lalu serta berbagai potensi yang dimiliki Provinsi ‎Riau, dia yakin Riau akan menjadi lokomotif perekonomian untuk wilayah Indonesia bagian barat.


Dengan semangat hari jadi Provinsi Riau tahun 2015 ini lanjut Andi, merupakan momentum untuk memupuk semangat kebersamaan persatuan dan kesatuan walau agaknya telah banyak kemajuan dan prestasi yang diraih sejak Provinsi Riau dibentuk 58 tahun lalu.
 
Namun, masih ada PR besar untuk memajukan negri ini. Sebab, masih banyak permasalahan permasalahan yang belum terurai dan terselesaikan disamping makin besarnya tantangan yang dihadapi ke depan.
 
Pada hari jadi ke 58 ini, Plt Gubri mengajak agar masyarakat berazam, menjadikan tamadun melayu menjadi jati diri Riau. Atas azam tersebut, Riau memperkenalkan moto yang akan menjadi roh Riau dalam membangun negri melayu yakni Riau The Homeland of Melayu.
 
"Melalui tagline itu, sekaligus mulai fokus pada perwujudan visi Riau 2020 sebagai pusat perekonomian dan pusat kebudayaan melayu di rantau Asia," terangnya.
 
T‎agline The Homeland of Melayu itu jelas Plt Gubri, dengan semangat hari jadi Provinsi Riau 2015 agar dapat membangun pariwisata berbasis budaya dalam mewujudkan visi Riau 2020‎.

 
Menurutnya, sudah banyak kemajuan yang dilaksanakan Pemprov Riau untuk mencapai visi itu, namun perlu dilengkapi untuk menyatukan semangat dengan moment HUT Riau ke 58 bukan hanya sekedar seremonial, tapi menjadi ingatan bahwa Riau masih punya visi besar.
 
"Ini harus semangat lagi, dengan sama-sama membangun kita harus kompak dan bersatu," katanya.
 
Ke depannya, langkah konkrit yang akan dilakukan Pemprov Riau telah membuat rencana pembangunan yang sudah di tentukan dan SKPD juga harus melaksanakan sesuai rencana pembangunan‎ tersebut.

Sementara itu, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Riau, berharap Launching Riau The Homeland of Melayu, Tag line ini mampu memberi semangat bagi Provinsi Riau dalam mewujudkan visi Riau 2020.

Plt Gubri saat hadiri Halal Bi halal Lembaga Adat Melayu Riau.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Riau Fahmizal Usman menyebut, melalui peluncuran tag line Riau The Homeland of Melayu, pihaknya ingin mempertegas Riau adalah bumi Melayu yang kaya akan aneka ragam potensi wisata yang layak untuk dikunjungi oleh wisatawan nasional maupun internasional.

"Sesuai dengan tema Hari Jadi Provinsi Raiu tahun ini yakni dengan semangat hari jadi Provinsi Riau membangun Pariwisata berbasis budaya menuju Riau The Homeland of Melayu, kita ingin mengenalkan Riau di tingkat nasional maupun internasional," kata Fahmizal, Minggu (9/8/2015) usai upacara peringatan hari jadi Provinsi Riau ke-58 di halaman kantor Gubernur Riau.


Fahmi mengatakan, melalui semangat tag line tersebut, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan terus mendorong agar jumlah wisatawan nasional dan internasional mau mengunjungi Riau, hal ini juga dalam rangka mensukseskan visi dan misi Riau 2020.

"Kita ingin membangunan pariwisata berbasis budaya, karena Provinsi Riau ini kaya akan budaya yang bisa kita promosikan Riau di tingkat nasional nasional dan internasional. Riau juga merupakan bagian dari Indonesia yang layak untuk dikunjungi oleh wisatawan manca negara Indonesia," ujar Fahmi. (Adv)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved