Gubri Keluarkan Instruksi Soal Zakat ASN Pemprov dan Karyawan BUMD Riau
Sabtu, 30/03/2019 - 19:08:32 WIB

PEKANBARU, - Gubernur Riau Syamsuar mengeluarkan instruksi perdana tentang pengumpulan zakat penghasilan (profesi) Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemprov Riau.

Intruksi tersebut dalam rangka mengoptimalkan pengumpulan zakat profesi ASN dan karyawan BUMD di lingkup Pemprov Riau, sebagaimana dimaksud Undang-Undang 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Intruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2014 Tetang Optimalisasi Pengumpulan Zakat di Kementerian/Lembaga, Sekretariat Jenderal Lembaga Negara, Sekretariat Jenderal Komisi Negara, Pemda, BUMN, BUMD melalui Badan Amil Zakat Nasional. 

Selain itu, instruksi Gubernur Riau Syamsuar ini melaksanakan Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 2 Tahun 2009, tentang Pengololaan Zakat, yang selama ini dinilai kurang maksimal. 

"Iya itu instruksi pak Gubernur Riau sebagai tindaklanjuti dari sosialisasi zakat bagi ASN Pemprov di Masjid Raya Annur kemarin," kata Kepala Biro Kesra Setdaprov Riau, Masrul Kasmy, Sabtu (30/3/19). 

Dengan adanya instruksi tersebut, diharapkan kepala Organisi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyelenggarakan zakat di instansinya masing-masing, yang dikelola oleh Unit Pelelola Zakat.

"Nah nanti Unit Pengelola Zakat melaporkan progres zakat setiap bulannya kepada Gubernur Riau melalui Sekda Riau. Nanti akan dievaluasi setiap OPD akan dievaluasi," ujarnya. 

Karena menurutnya selama ini pengumpulan zakat di setiap OPD sudah berjalan, hanya saja hasilnya belum maksimal. 

"Dengan adanya instruksi pak Gubernur ini kita harapkan pengumpulan zakat bisa maksimal, sehingga pejabat yang sudah sesuai haul nisab wajib bayar zakat profesinya yang nanti dipotong dari penghasilannya," tukasnya.

Sebelumnya, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyebut pengambilan zakat dari gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi Riau. Hal ini dilakukan untuk membantu fakir miskin yang ada di Provinsi Riau.

Bahkan dari laporan zakat yang diterima Syamsuar, dari 40 Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di Pemerintah Provinsi Riau, hanya 21 OPD yang sudah melakukan pengumpulan zakat.

"Bahkan, yang membuat saya kaget. Ada satu dinas yang mengumpulkan zakat Rp1 juta setiap bulannya. Ini lawan Kantor Camat di Kabupaten Siak saja sudah pasti malu. Karena zakat di Siak saat ini sangat besar dibandingkan di Provinsi Riau," kata mantan Bupati Siak dua periode itu.

Lemahnya kesadaran ASN Pemerintah Provibsi Riau membayar zakat, diungkapkan Syamsuar saat Sosialisasi Zakat kepada seluruh OPD, eselon III dan IV Pemerintah Provinsi Riau, belum lama ini.(Advertorial)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved