23.941 Anak di Pekanbaru Sudah Divaksin MR
Selasa, 07/08/2018 - 07:30:32 WIB

PEKANBARU - Meski polemik penolakan vaksin imunisasi Measles Rubella (MR), masih terus bergulir namun Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru masih terus melakukan imuninasi bagi anak usia 9 bulan hingga usia 15 tahun kebawah.

Bahkan, sejak dicanangkan program pemberian vaksin imuninasi MR fase kedua untuk seluruh provinsi di luar pulau Jawa pada Agustus-September 2018, jumlah anak yang telah disuntiik sampai hari ini meningkat dari data sebelumnya.

"Sampai hari ini jumlah anak yang telah disuntik vaksin MR berjumlah 23.941 siswa. Jumlah ini meningkat dari dua hari yang lalu yakni 21.358 anak," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru, Zaini Rizaldy Saragih, Senin (6/8/2018).

Zaini menyebut, untuk hari ini saja, jumlah siswa yang telah menerima suntik vaksin berjumlah 1.962 anak. "Dan yang menolak 1.798 anak, sakit dan tidak hadir ke sekolah sebanyak 53 anak," imbuhnya.

Sebelumnya, Zaini juga pernah menyebut bahwa untuk sertifikasi halal memang dikeluarkan MUI pusat dan sudah dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan semenjak Agustus 2017 lalu. Memang untuk sertifikasi halal belum ada tapi bukan berarti tidak ada sertifikasi halal, vaksin tersebut haram.

"Kita harus mengacu kepada kebaikan dan mudaratnya. Kalau kebaikannya lebih banyak kenapa tidak kita lakukan. Karena imunisasi ini merupakan kebutuhan dari anak, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Supaya dia jadi sehat. Sesuai dengan undang-undang perlindungan anak yang menyatakan bahwa ada hak-hak anak termasuk hak untuk hidup sehat," tuturnya.

Ia menambahkan, imunisasi bertujuan meningkatkan kesehatan. Jika ditanya, tentunya sebagai orangtua tahu mana yang baik untuk anak.

"Jika menurut kita anak tidak perlu mendapat vaksin ya tidak usah kita berikan. Kegiatan imunisasi ini kan bukan suatu paksaan. Kita orangtua yang menentukan mana yang terbaik untuk anak. Bila yang terbaik untuk anak supaya anak tidak menderita sakit campak dan rubella maka bawalah anak untuk vaksin. Kalau orangtua tidak mau dan siap menanggung resiko, silahkan, karna kita tidak bisa memaksa seseorang untuk imunisasi," pungkasnya. (clc)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved