Ini Rasanya Ketika Tim Gabungan Berhadapan Langsung dengan Harimau Pemangsa di Inhil
Rabu, 21/02/2018 - 15:29:12 WIB

PEKANBARU - Tim gabungan dari Polsek Pelangiran dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, Selasa (20/2/2018), harus berhadapan secara langsung dengan harimau di lokasi Hutan Green Belt yang berada di seberang Blok 68 Kebun Tembusu, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Hal itu dikatakan Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony SIK MH, Rabu (21/2/2018). "Sudah sebulan lebih tim gabungan ini berada di lokasi, untuk mengatasi konflik yang terjadi antara harimau dan manusia. Apalagi konflik ini telah memakan korban jiwa," jelas Cristian.

Dijelaskannya, sekitar pukul 08.00 WIB, tim yang terdiri dari Aiptu Alwis dan Brigadir Korpri Naldi beserta 7 anggota dari BKSDA Riau yang dipimpin oleh Tommy P Sinambela, bergerak ke Hutan Green Belt di seberang Blok 68 Kebun Tembusu PT THIP.

Kedatangan tim gabungan ini untuk memastikan informasi karyawan PT THIP yang menyebutkan terlihat seekor harimau berada di lokasi tersebut pada Senin (19/2/2018).

Setelah menyusuri hutan, sekitar 40 meter dari tepi kanal, tim gabungan yang ditugasi untuk mengevakuasi si Raja Hutan ke daerah suaka yang lebih aman, mendapati bekas cakar dan jejak harimau yang masih baru.
 
Tak lama kemudian, harimau yang dicari sebulan lebih itu pun menampakkan dirinya. Kengerian pun langsung menyelimuti anggota tim.

Walau dalam tim ada 2 orang anggota polisi bersenjata namun menembak binatang buas tersebut bukan pilihan terbaik.  "Tak ingin disakiti namun tak pula ingin menyakiti hewan itu, tim hanya bisa berdiam diri dan tidak melakukan gerakan yang bisa memicu adrenalin harimau itu untuk berburu. Sambil terus berdoa, anggota tim terus bersiaga untuk menghadapi kemungkinan terburuk," ungkap Cristian.

Setelah mengelilingi tim, selama hampir 2 jam dan dengan jarak terdekat hampir 3 meter, si Raja Hutan yang siap dengan posisi menyerang itu akhirnya menghilang di kerimbunan hutan.

Bantuan dari personel lain, akhirnya sampai di lokasi, sehingga semua anggota tim bisa selamat dan kembali ke kamp.

Walau telah berhadapan langsung dengan Raja Hutan yang dapat mengancam keselamatan mereka, tim tetap bertekad dan mohon doa dari masyarakat, sehingga konflik harimau dengan manusia ini bisa selesai dengan baik.

"Kami memohon doa agar tidak ada lagi korban, baik dari masyarakat, petugas maupun dari hewan yang dilindungi ini," ucap Christian. (clc)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved