PWI Pekanbaru Diminta Tingkatkan Kapasitas Wartawan
Kamis, 14/09/2017 - 23:14:38 WIB
 Pengurus PWI Kota Pekanbaru foto bersama dengan pengurus PWI Provinsi Riau dan tamu undangan lainnya usai Konferensi Kerja I PWI Pekanbaru di Awaloeddin Fuction Hall Lantai A Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru, Kamis (14/9). (rls)
Pengurus PWI Kota Pekanbaru foto bersama dengan pengurus PWI Provinsi Riau dan tamu undangan lainnya usai Konferensi Kerja I PWI Pekanbaru di Awaloeddin Fuction Hall Lantai A Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru, Kamis (14/9). (rls)

PEKANBARU - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau, Zulmansyah Sekedang meminta agar Pengurus PWI Kota Pekanbaru menyusun program kerja dengan prioritas peningkatan kapasitas dan kapabilitas anggota.

Hal itu disampaikannya kala memberikan sambutan dalam pembukaan Konferensi Kerja I PWI Pekanbaru di Awaloeddin Fuction Hall Lantai A Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru, Kamis (14/9).

Turut hadir Sekretaris PWI Riau Amril, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru Syafril, Maisisco serta Manager Pelayanan Medis RS Awal Bros Pekanbaru, Vandra Yovano.

Dalam Konferker bertema Jalin Kekompakan untuk Penguatan Organisasi 'Pers Bermartabat dan Anti Hoax', Ketua PWI Pekanbaru Agustiar, mengucapkan terima kasih kepada RS Awal Bros Pekanbaru, Kimteng, DPRD dan Pemko Pekanbaru, yang mendukung pelaksanaan acara ini.

"Kegiatan ini untuk membuat program kegiatan PWI Kota Pekanbaru agar kita bersama-sama bisa membesarkan organisasi ini," kata Agustiar.
Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Riau Zulmansyah Sakedang mengatakan dalam PD/PRT PWI, konferensi kerja ini wajib diselenggarakan minimal satu kali dalam satu masa jabatan.

"Dalam menyusun program tak perlu banyak-banyak. Cukup 10 program, dengan 9 program untuk peningkatan kapasitas dan kapabilitas anggota PWI," pesan pria yang akrab disapa Zoom itu.

Hal ini sangat dibutuhkan, karena saat ini dari 1.028 orang anggota PWI Riau, hanya 377 orang yang sudah lulus kompetensi. "Jadi, nanti kalau misalnya ada wartawan yang wawancara, pihak RS Awal Bros bisa menanyakan kartu kompetensinya. Kalau tidak ada, maka narasumber boleh menolaknya," kata Zulmansyah.
Di tempat yang sama, Manager Pelayanan Medis RS Awal Bros Pekanbaru, Vandra Yovano menyambut baik adanya uji kompetensi untuk wartawan. "Kunci organisasi profesi itu ya kompetensi dan dalam dunia medis, hal ini sudah lama dikenal," katanya.
Vandra juga menyebut, RS Awal Bros Pekanbaru mendukung acara ini karena sejalan dengan program sinergi bersama organisasi media massa. (rls)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved