Polda Se Sumatra dan Baharkam Mabes Polri Bahas Penanganan Karhutla
Rabu, 09/08/2017 - 13:48:39 WIB

PEKANBARU - Keberhasilan Kapolisian Daerah (Polda) Riau dalam menangani masalah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjadi sorotan di mata Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Markas Besar (Mabes) Polri yang sedang mengunjungi Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Kunjungan ke Riau ini, merupakan bentuk monitoring, evaluasi, dan asistensi dalam rangka penanggulangan Karhutla di Sumatera, dan mengumpulkan para Kepala Kepolisian daerah se Sumatra.

"Kegiatan ini adalah langkah konkrit kesiapsiagaan pencegahan Kathutla," ujar Kepala Baharkam Polri, Komjen Pol Puyut Eko Bayu Seno, Rabu (9/8/2017) di Hotel Pangeran.

Dia mengatakan bahwa ini adalah program prioritas Kepala Polri nomor 7, kegiatan III yakni penanggulangan karhutla. Pemerintah, lanjutnya tekah memprioritaskan hal ini baik dari segi anggaran maupun penegakan hukum karena setiap tahun terjadi.

Dalam kegiatan kunjungan tim monitoring turut hadir juga Asisten Operasi Polri, Irjen Pol M. Iriawan. Selain itu, juga ada Kakorsabhara, Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen Pol Umar Septono dan Irjen Pol Muhamad Chairul Noor Alamsyah beserta sejumlah Brigadir Jendral lainnya dari Mabes Polri.

Hal serupa juga disampaikan Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain, ini merupakan "Pilot Project" di Sumatera, bahkan Indonesia. Ini juga merupakan hasil kinerja sinergis dalam satuan tugas bencana kabut asap yang dipimpin Komandan Resor Militer 031/Wirabima.

"Selama mengatasi masalah Karhutla menurun signifikan, sangat menurun tajam. Itu karena soliditas semua elemen di bawah payung gubernur, semua komponen 'all out'. Bukan karena ancaman dicopot, tapi disadari efek kesengsaraan karena asap," sebut kapolda.

Kapolda juga mengapresiasi telah disediakan helikopter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah, bahkan bisa menangkap para tersangka pembakar lahan. Karena hal tersebut sulit dilakukan melalui darat karena pembakarnya sudah kabur duluan.

Sebanyak 98 kebakaran yang dilaporkan ke polisi dengan titik panas lebih dari 500. Meski begitu sampai saat ini yang sudah ditetapkan sebagai tersangka baru 13 orang karena penegakan hukum adalah jalan terakhir.

"Kami tidak akan pandang bulu untuk beri garis polisi lahan terbakar dan usahakan tangkap pelaku. Kalau lahannya ditanam lagi akan diproses," pungkas Kapolda.

Di samping upaya lainnya kepolisian juga menyebarkan 54 ribu lembar maklumat Kapolda Riau untuk tidak membakar lahan. Itu dilakukan oleh Bhabinkamtibmas yang juga membuat sekat kanal.(hrc)






comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved