Satpol PP Harus Bertindak
Rumah Makan di Pekanbaru Diminta Jangan Jadi 'Penggoda' Orang Berpuasa
Selasa, 30/05/2017 - 16:30:43 WIB

PEKANBARU - Mulyadi Amd, anggota DPRD Kota Pekanbaru dari fraksi PKS, meminta Pemerintah Kota (Pemko) dalam hal ini Satpol PP untuk menindak para pelaku usaha rumah makan, restoran dan sejenisnya yang nekat buka di siang hari di bulan Ramadan.

Pasalnya dari pantauan Mulyadi, saat ini masih banyak rumah makan yang kucing-kucingan dengan petugas, meskipun sepintas lalu kedai nasi tersebut sepertinya tutup, namun jika diamati secara seksama, maka akan terlihat bahwa kondisinya sangat memprihatinkan. Kedai nasi itu menyediakan makan dan minum untuk orang yang tidak berpuasa.

Tidak hanya rumah makan, dari beberapa kali pantauan Halloriau.com di Jalan Belimbing Kelurahan Tangkerang Tengah Kecamatan Marpoyan Damai, masih terdapat jejeran kedai-kedai kopi yang buka dan ramai dikunjungi oleh palanggan. Meskipun kedai kopi ini tidak terbuka lebar seperti biasa, tetapi kedai kopi ini tetap ramai dikunjungi. Keramaian terlihat dari halamam parkir yang penuh seperti hari-hari biasa, dan sekali-sekali ada pria yang terlihat berdiri di depan pintu, seolah melihat-melihat kondisi yang ada di luar

"Harusnya mereka (pemilik kedai nasi) ikut aturan, ini Kota Pekanbaru, mayoritas penduduknya muslim. Jika mereka tidak sediakan makan minum, tentu masyarakat mau tidak mau akan berpuasa, jangan jadi penggoda manusia yang sedang berpuasa," tegas Mulyadi kepada wartawan, Selasa (30/5/2017).

Untuk itu, lanjut Mulyadi, dia meminta Satpol PP Pekanbaru gencar melakukan razia dan menindak secara tegas kedai nasi, rumah makan dan sejenisnya yang tetap membandel, dengan memberi efek jera. Termasuk rumah makan, kafe yang ada di mal-mal, juga diskotik dan sejenisnya, diminta benar-benar tutup selama Ramadan.

"Junjung tinggi toleransi, yang boleh buka itu hanya warung khusus non muslim. Jangan main akal-akalan lagi seperti tahun-tahun lalu, beberapa diantaranya mengurus izin tetap buka siang hari sebagai rumah makan khusus non muslim, nyatanya yang muslim pun ikut buka. Saat Ramadan ngaku warung non muslim, padahal isinya muslim semua. Hari biasa pun jualan untuk umum, ini akal-akalan yang harus dibaca oleh Dinas terkait maupun penegak Perda," pungkas Mulyadi.(hrc)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved