Rayakan Tahun Baru, MUI Minta Warga Tak Tiup Terompet
Selasa, 29/12/2015 - 12:21:40 WIB
<br>

PEKANBARU - Terungkapnya kasus terompet berbahan dasar sampul AlQuran di daerah Kendal Jawa Tengah mendapat sorotan dan kecaman dari berbagai pihak, tak terkeuali dari Majelelis Ulama Indonesia (MUI) kota Pekanbaru.

Tidakan tidak terpuji tersebut juga dinilai sebagai bentuk penghinaan kepada agama islam.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ilyas Husti, Kepala MUI Kota Pekanbaru, Selasa (29/12/2015). "Kita sangat menyayangkan hal tersebut, bahkan kita menilai kejadian tersebut sebagai bentuk penghinaan kepada agam islam, sama halnya pada penemuan sendal berlafas allah beberapa waktu lalu," ujar Ilyas Husti.

Meski Kota Pekanbaru belum ditemukan hal serupa, Ilyas tetap mewanti-wanti pihak kepolisin serta masyarakat lebih hati-hati lagi.

"Kita berharap kasus penemuan terompet berbahan dasar Al quran di jawa tengah agar segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Jika terbukti bersalah kita minta ada sanksi kepada oknum-oknum yang telah melakukan penghinaan tersebut, tak terkecuali di Kota Pekanbaru. Jika ada laporan serupa di masyarakat segera direspon, agar peredaran terompet tersebut dapat langsung ditarik di pasaran," tegasnya.

Bahkan, untuk umat Muslim di Kota Pekanbaru dan daerah-daerah lainnya, MUI juga mengimbau agar tidak merayakan  tahun baru 2016 mendatang dengan kegiatan serominial, seperti menggunakan terompet.

"Kita imbau kepada masyarakat muslim tidak merayakan tahun baru seperti menggunakan atribut seperti terompet, karena kita ketahui terompet hanya digunakan oleh orang-orang nasrani untuk mereka beribadah, sementara kita umat muslim seruan azanlah yang memerintahkan kita untuk melaksanakan salat lima waktu," singkat Ilyas Husti. (kt13)




comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved