Sebelum Meninggal, Lutfi Sempat Minta Dibelikan Obat
Rabu, 21/10/2015 - 14:07:14 WIB
<br>

PEKANBARU - Kepergian Ramadhani Lutfi Aerli (9), Rabu (21/10/2015) menyisakan luka mendalam bagi keluarga. Anak pertama dari pasangan Eri Wiria dan Lili, warga Jalan Pangeran Hidayat, Pekanbaru ini, diduga meninggal lantaran terpapar kabut asap.


Sebelum meninggal, keceriaan Lutfi tidak berubah. Dia masih sempat bersenda-gurau dengan sang adik dua hari lalu, Senin (20/10/2015). Hingga malamnya, Lutfi mulai mengeluh tak enak badan dan lemas.

"Bunda, belikan Lutfi obat," kata Eri, menirukan anak kesayangannya itu.

Masih dalam keadaan demam, Lutfi meminta kepada bundanya agar membelikan nasi goreng. Saat itu, cerita Eri, dia membawa anaknya untuk mencari nasi goreng yang diminta.

"Lutfi tak biasanya minta pedas, malam itu (malam kemarin) kami belikan nasi goreng pedas," tutur Eri.

Malam itulah (Selama malam), saat menanyai permintaan anak kesayangannya itu, Eri melihat Lutfi sudah muntah dan kondisinya mulai lemas. Sontak, Eri membawa buah hatinya menuju Rumah Sakit Santa Maria, Pekanbaru.

Sesampai di rumah sakit, Lutfi masih sadar. Hingga diinfus, Lutfi jatuh pingsan, hingga pada Rabu (22/10/2015) dini hari tadi menghembuskan nafas terakhir.

"Pas diinfus masih sadar, dia masih panggil-panggil bundanya," tutup Eri.*




comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved