Warga Batang Kumu Rohul Berang, Dengar Kabar Lahan di Batas Riau-Sumut Mau Dieksekusi
Senin, 16/10/2017 - 07:09:46 WIB

PASIRPANGARAIAN - Ratusan warga Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai berang tiba-tiba mendengar bahwa lahan yang sudah mereka beli dan miliki lebih dari 10 tahun mau dieksekusi.

Kemarahan warga dialamatkan ke Camat Tambusai Muammer Ghadafi, Ahad pagi (15/10/17) sekira pukul 09.00 WIB, saat melakukan sosialisasi tentang intruksi Bupati Rohul H. Suparman S.Sos, M.Si tentang adanya putusan Mahkamah Agung (MA).

Warga mengungkapkan bahwa lahan mereka yang berada di perbatasan Riau-Sumatera Utara di kawasan hutan lindung akan dieksekusi karena milik perusahaan, dalam hal ini PT. Mazuma Agro Indonesia (MAI).

Bukan hanya Camat Tambusai saja yang jadi objek kemarahan warga pemilik lahan. Bahkan, seorang oknum warga yang mengaku orang‎ dekat Bupati Rohul juga nyaris dikeroyok warga.

‎Selain Camat Tambusai, pada sosialisasi itu dihadiri juga personel Polsek Tambusai, Kades Batang Kumu Afnan Pulungan, dan Kadus Kali Kapuk Haris Daulay.

Warga mengaku terkejut bahwa lahan mereka sudah dirawat 10 tahun lebih akan dieksekusi berdasarkan putusan MA, padahal selama ini mereka tidak melayangkan gugatan apalagi digugat.

"Kenapa kami tergugat, padahal selama ini kami tidak pernah menggugat dan digugat.‎ Kenapa ada surat keluar seperti ini," tanya warga ke Camat Tambusai.

Warga menegaskan mereka tidak mau lahan dieksekusi seenaknya. Bahkan mereka tidak mau lahan mereka diganti rugi, karena lahan yang sudah ditanami kelapa sawit dan karena menjadi sumber pencarian mereka sekira 10 tahun belakangan.

"Kami kan heran, masak tiba-tiba dengar kabar lahan kami mau dieksekusi. Kita pun menyampaika‎n keberatan," kata warga Desa Batang Kumu, Nelson Siboro, kepada wartawan, Ahad.

Nelson juga mengaku sesuai sosialisasi Camat Tambusai, bahwa lahan mereka milik perusahaan karena kalah gugatan di MA.

‎"Ekseskusi itu tidak logika bagi kami. Ini lahan kami, jangan seenaknya dieksekusi," kata Nelson.

Sementara, Camat Tambusai Muammer Ghadafi mengaku melakukan sosialisasi hanya melaksanakan intruksi Bupati Rohul Suparman yang meminta warga pemilik lahan di perbatasan Riau-Sumut untuk tetap aman, tentram dan tidak anarkis.

"Bupati (Rohul) yang intruksikan agar masyarakat aman dan tentram, jangan ada anarkis,‎" jelas M. Ghadafi kepada riauterkinicom di ujung telepon, Ahad sore.

M. Ghadafi mengaku untuk ganti rugi dari perusahaan memang tidak ada, namun Bupati Rohul akan mengupayakan ada ganti rugi lahan warga di perbatasan Riau-Sumut yang kena eksekusi.

Ditanya lahan warga Batang Kumu di blok mana yang jadi objek gugatan dan akan dieksekusi, M. Ghadafi mengaku belum mengetahuinya. Ia juga tidak mengetahui siapa yang mengajukan gugatan hingga lahan warga tiba-tiba mau dieksekusi.

"Warga menolak. Memang untuk ganti rugi tidak ada, tapi Bupati mengupayakan ada ganti rugi,"‎ ujarnya.

"Bupati hanya minta tolong sampaikan ke warga, selain Camat dan Kades, agar keamanan tetap kondusif. Itu saja sih,"‎ tutup M. Ghadafi.(rtc)




comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved