Tanpa Sokongan Pemprov dan Pusat, Bengkalis tak Berdaya Atasi Keganasan Abrasi
Rabu, 07/02/2018 - 11:56:49 WIB

BENGKALIS- Penanganan abrasi pesisir perbatasan antar negara di Kabupaten Bengkalis tahun anggaran (TA) 2018 turun drastis dari TA 2017 lalu. Tahun lalu satu kecamatan dianggarkan mencapai belasan miliar, namun tahun ini hanya satu kecamatan satu pagu anggaran.

Penanganan abrasi TA 2018 hanya dilakukan di empat titik diantaranya pengaman pantai (pemecah gelombang) di Desa Teluk Papal, Kecamatan Bantan dengan pagu anggaran Rp2,5 miliar, kemudian Rampang Akit, Kelurahan Tanjung Kapal Rupat sebesar Rp1,25 miliar, Teluk Rhu Kecamatan Rupat Utara sebesar Rp2 miliar, dan terakhir di Desa Parit I Api-api, Kecamatan Bukitbatu sebesar Rp2 miliar.

“Kalau tahun ini dipastikan turun dari tahun lalu, khusus untuk satu kecamatan di wilayah pesisir Kecamatan Bantan saja pada tahun 2017 lalu menganggarkan di 7 titik lokasi, namun tahun ini hanya ada satu titik dan kecamatan lainnya,” ungkap Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkalis Irwandi Ibrahim ST, MT kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa (6/2/18) siang.

Sementara terkait dengan usulan yang diajukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis kepada pemerintah pusat, dari ratusan miliar yang diajukan pada tahun ini, proyek pemecah gelombang hanya akan disetujui sekitar Rp10 miliar dan dikhususkan untuk dua lokasi yang berhampiran dengan pengamanan lahan pertanian dari abrasi. Yakni di pengaman pantai di Desa Bantan Air sebesar Rp5 miliar dan di Desa Api-api, Kecamatan Bukitbatu sebesar Rp5 miliar.

“Mudah-mudahan bisa direalisasikan tahun ini, karena dari usulan kita ini pemerintah pusat sudah meminta agar kita segera menyiapkan RKA-nya dan desainnya,” katanya lagi.

Disinggung mengenai berkurangnya anggaran cukup drastis upaya penanganan abrasi daerah perbatasan oleh Pemkab Bengkalis, menurut Irwandi disebabkan dimulainya pelaksanaan program pembangunan proyek multiyears padaTA 2018 ini.

“Berkurangnya kegiatan pengaman pantai ini, kemungkinan besarnya disebabkan oleh anggaran yang sebagian besarnya untuk program unggulan multiyears mulai tahun 2018 ini dilaksanakan,” katanya lagi.

Informasi tambahan, khusus untuk penanganan abrasi pesisir Utara Pulau Bengkalis berbatasan Selat Malaka TA 2017 lalu, diantaranya adalah Dusun Parit Tiung Desa Jangkang, Desa Deluk, Desa Selatbaru A, Desa Muntai Barat, Desa Muntai, Bantan Timur, dan Desa Teluk Papal serta pengaman pantai gelombang di Penampar Desa Deluk dengan total pagu anggaran mencapai Rp18 miliar lebih.

Seperti diketahui Utara Pulau Bengkalis berada di batas terluar yang berbatasan dengan Malaysia, kian tahun mengalami kemunduran garis pantai karena abrasi.

Garis pantai Utara Pulau Bengkalis sepanjang 83 Km, kawasan yang terparah terkena abrasi pantai sepanjang 55 Km, sedangkan abrasi terparah berada di kawasan Tanjung Jati hingga Desa Muntai sekitar 22,5 Km. Rata-rata setiap tahun luas abrasi mencapai 59,02 hekter dan laju abrasi mencapai 32,5 meter pertahun. Selama 26 tahun (1988 – 2014) saja, daratan Pulau Bengkalis yang hilang akbiat abrasi mencapai 1.504,93 hektar.(rtc)




comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved