Stok Makanan Menipis, Warga Kampar Kiri Hulu Terancam Kelaparan
Rabu, 13/01/2016 - 15:19:56 WIB
<br>

PEKANBARU -  Musibah banjir bandang yang menerjang wilayah Kampar Kiri Hlulu, Kabupaten Kampar, Riau masih dirasakan oleh masyarakat sekitar. Dampak terparah yang mereka derita adalah sulitnya mendapatkan pasokan makanan.

Bantuan yang pernah disalurkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau beberapa waktu lalu sudah habis. Jalan yang rusak parah membuat akses menuju lokasi sulit dijangkau.

Bahkan, untuk mendapatkan 1 Kg beras, warga harus mengeluarkan uang sebesar Rp30 ribu. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau seperti belum tahu akan kondisi ini.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui secara detil kondisi warga di sana. Dirinya baru akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

"Kami koordinasi dululah dengan BPBD. Kalau memang seperti itu yang terjadi, kami akan minta Dinas Sosial untuk menindaklanjutinya," kata Andi Rachman, Rabu (12/01/2016), seperti dilansir dari halloriau.com.

Musibah bencana banjir bandang menghantam wilayah itu pada November 2015 lalu. Selain akses jalan masuk ke desa terputus, masyarakat setempat terancam tidak punya penghasilan karena sumber mata pencaharian masyarakat juga terganggu.

Sebelumnya pihak BPBD sudah menyalurkan sejumlah bantuan ke desa itu. Namun setelah bantuan itu habis, masyarakat tetap merasa kesulitan untuk bertahan, karena akses jalan masuk rusak parah, dan hingga kini belum ada upaya perbaikan.

Ketua Persatuan Anak Negeri Pangkalan Kapas (Pangkas) Arika Harmon harga karet di desa itu juga anjlok, hingga Rp3 ribu. Sementara untuk memberi beras warga harus merogoh kocek hingga Rp30 ribu.

Kondisi ini tentunya membuat masyarakat yang menjadi korban bencana sulit untuk bertahan memenuhi kebutuhan ekonomi, bahkan terancam kelaparan.

"Bahkan masyarakat yang saat ini sedang mengidap penyakit, hanya bisa bertahan dan berdiam diri di rumah. Mereka tidak punya uang untuk berobat keluar," katanya.

Dia menyebutkan, hingga saat ini, kondisi masyarakat di wilayah itu sama sekali belum mendapat perhatian, baik dari Pemerintah Kabupaten Kampar, ataupun Pemerintah Provinsi Riau sendiri.

Ada 4 daerah terisolir di Kabupaten Kampar, yang mengalami bencana banjir bandang. Diantaranya Lubuk Bigau, Pangkalan Kapas, Tanjung Permai dan Kebun Tinggi. Wilayah ini berada dalam letak geografis yang cukup jauh dari akses perkotaan. Sementara akibat diterjang banjir bandang pada akhir tahun lalu, akses jalan lintas yang biasa digunakan warga juga terputus.*






comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved