RAPP Jadi Rujukan Tata Kelola Lahan Gambut
Selasa, 12/01/2016 - 20:39:59 WIB
<br>

PEKANBARU- Director of Tropical Peat Research LaČboČratory Unit (TPRL) Malaysia, Lulie Melling, menilai PT Riau Andalan Pulp dan Paper (RAPP) memiliki teknologi pemadatan tanah, sistem drainase, dan tata kelola air yang baik dan dapat dijadikan sebagai  rujukan pengelolaan gambut yang baik di Indonesia.

Lulie juga menyampaikan bahwa teknologi tersebut memastikan sumber daya gambut mampu dikelola secara berkelanjutan.

"Apalagi RAPP juga membantu konsesi masyarakat di sekitar kawasan konsesinya dengan teknik pemadatan tanah dan ini akan menjadikan gambut sulit terbakar," kata Lulie, Selasa (12/1).

Menurut Lulie, tata kelola yang dilakukan RAPP, tidak banyak berbeda dengan pengelolaan gambut yang dilakukannya di Sarawak, Malaysia, Menurutnya, di Sarawak terČdapat 1,6 juta hektare lahan gambut atau 13% dari luas daratan.

"Saat ini, Sarawak merupakan kawasan gambut yang terkelola dengan baik dan  tidak pernah terbakar. Disini saya menemukan RAPP mampu mengelola lahan dengan baik, seperti yang saya lihat di Serawak. Hanya untuk menjaga kawasan gambut tetap lestari diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak  mulai dari petani kecil hingga perusahaani besar," ucap Leili

Lulie menambahkan, kesadaran mengenai pentingnya menggunakan  tekČnologi itu seharusnya perlu  dikomunikasikan oleh para akademisi serta para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, pengambil keputusan inČdustri dan pekerja.

"Para akademisi di Indonesia juga perlu meČlaČkukan banyak kajian ilmiah yang hasilnya disosialisasikan agar ada pemahaman yang sama mengenai tata kelola gambut," ujarnya.

Sebelumnya, pakar tanah dan gambut dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Basuki Sumawinata menyatakan tanaman akasia secara karakteristik sangat cocok untuk merehabilitasi lahan gambut yang telah rusak akibat salah pengelolaan di masa lalu. Basuki mengatakan untuk merehabilitasi lahan gambut memerlukan biaya yang tidak sedikit sehingga perlu dipertimbangan menggandeng pihak perusahaan dengan modal yang tinggi. (rls)




comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved