Ini Keluhan Petani Kelapa Sawit ke DPRD Riau
Kamis, 31/12/2015 - 19:21:30 WIB
<br>

PEKANBARU - Anggota DPRD Riau, Markarius Anwar melakukan reses di daerah pemilihan (Dapil) nya di Kabupaten Siak dan Pelalawan. Tepatnya di Desa Makmur Kecamatan Pangkalan Lesung, Pangkalan Krinci dan Dusun Kampung Baru, Kecamatan Dayun, Siak.

Menurut petani, masa replanting kelapa sawit menjadi kekhawatiran.

Menurut Markarius Anwar, hal tersebut berkaitan kebutuhan ekonomi masyarakat yang dikhawatirkan akan menimbulkan persoalan.

"Pertama, yang menjadi keluhan masyatakat saat turun reses adalab mengenai replenting kelapa sawit. Replanting inikan kelapa sawit harus dicabut, harus ditumbangi. Ini kaitannya dengan ekonomi mereka selama empat atau lima tahun kedepan. Karena jika sawit itu ditanam lagikan akan menghasilkan 4-5 tahun," ujar anggota Komisi E ini.

Selain itu, persoalan modal para petani juga menjadi bagian yang tidak kalah penting untuk kembali mengelola kebun kelapa sawit.

"Selama inikan mereka menyicil ke bank selama 20 tahun, paling yang mereka nikmati hanya 5 tahun saja. Nah, berkaitan dengan itu mereka juga mengeluhkan permodalan. Kalau mereka minjam ke Bank lagi artinya ini harus menyicil lagi 20 tahun," katanya.

Untuk itu, menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini perlu ada dukungan dan tindakan untuk memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan tersebut. Mengingat bukan didaerah tersebut saja yang mengalami replanting, tapi daerah lain yang ada di Provinsi Riau juga akan segera memasuki masa tersebut.

"Saya juga dapat informasi bukan saja di Pelalawan dan Siak, tapi daerah lain di Kampar dan lain juga akan mengalami hal yang sama," tuturnya.

Peran pemerintah sangat diharapkan untuk meringankan persoalan tersebut. Salah satunya memaksimalkan teknologi tepat guna. (kt11)




comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved