Lagi, Kejati Riau Tahan Tiga Tersangka Korupsi RTH
Senin, 05/03/2018 - 14:32:09 WIB

PEKANBARU - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau kembali menahan tersangka dugaan korupsi pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas, Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru, Senin (5/3/2018).

Tiga tersangka itu dijebloskan ke Rutan Klas IIB, Sialang Bungkuk, Pekanbaru.

Ketiga tersangka adalah Ry selaku Direktur CV Panca Mandiri Konsultan, AA selaku saksi ahli CV Panca Mandiri Konsultan dan K selaku Direktur PT Bumi Riau Lestari yang meminjamkan perusahaan kepada Yulia J Baskoro.

Sebelum ditahan, ketiga tersangka diperiksa di ruang Pidsus Kejati Riau sejak pukul 09.00 WIB. Sekitar pukul 12.50 WIB, mereka keluar dari ruang pemeriksaan dan digiring ke Rutan Klas IIB, Sialang Bungkuk. "Kita melakukan penahanan Rutan terhadap tiga tersangka RTH eks Dinas PU," ujar Aspidsus Kejati Riau, Sugeng Riyanta SH MH.

Selanjutnya, kata Sugeng, penyidik akan segera limpahkan berkas tahap I ke jaksa peneliti. Kalau dinyatakan lengkap, tersangka akan diserahkan ke jaksa penuntut.

Untuk tahap awal, penahanan terhadap ketiga tersangka dilakukan 20 hari ke depan sebagai titipan jaksa. Penahanan dapat diperpanjang, jika penyidik masih harus melakukan penyempurnaan berkas sebagaimana petunjuk jaksa.

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya lima tahun penjara.

Sebelumnya, Kejati Riau sudah menahan tiga tersangka, yakni Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Sumber Daya Air (Ciptada) Riau, Dwi Agus Sumarno, konsultan pengawas, Rinaldi Mugni, dan rekanan, Yulia J Baskoro.

Berkas ketiga tersangka sudah dinyatakan lengkap (P21) dan telah dilakukan tahap II ke Jaksa Penuntut.

Sementara, 12 tersangka lagi masih belum ditahan. Nasib mereka akan ditentukan dalam waktu dekat. "Untuk tersangka lain yang berstatus PNS, akan ditentukan belakangan," tutur Sugeng.

Adapun tersangka yang belum ditahan di antaranya,  Ketua Pokja ULP Provinsi Riau, Ikhwan Sunardi, Sekretaris Pokja, Hariyanto, dan anggota Pokja Desi Iswanti, Rica Martiwi, Hoprizal, Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) Adriansyah dan Akrima ST juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yusrizal dan ASN Silvia.

Pembangunan RTH Tunjuk Ajar Integritas dianggarkan dengan dana Rp8 miliar.  Diduga dalam proyek ini, terdapat  rekayasa proyek untuk memenangkan satu kontraktor.

Dalam RTH itu terdapat Tugu Integritas yang diresmikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  Agus Raharjo pada 10 Desember 2016 lalu pada peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) di Riau.

Tugu itu sebagainya simbol bangkitnya Riau melawan korupsi.

Selain RTH Tunjuk Ajar Integritas, Kejati juga sedang mengusut RTH Kaca Mayang senilai Rp7 miliar. Penyidik dan tim ahli sudah turun melakukan penyelidikan ke RTH tersebut. (clc)





comments powered by Disqus

 
 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved