2018, Riau Terapkan Bayar Pajak Kendaraan Online
Kamis, 26/10/2017 - 13:09:24 WIB
Ilustrasi, bayar pajak online
Ilustrasi, bayar pajak online

PEKANBARU- Pemerintah Provinsi Riau akan memberlakukan sistem pembayaran pajak kendaraan secara daring atau online mulai Januari 2018 mendatang.

Ketua Komisi III DPRD Riau Erizal Muluk di Pekanbaru, mendukung sistem pembayaran non tunai tersebut guna mengoptimalkan penerimaan pajak pemerintah daerah.

"Pemda harus bisa mendongkrak potensi sektor pajak yang belum optimal. Harus dijemput dengan pelayanan yang ditingkatkan. Makanya kami punya ide, pas kunjungan ke Bandung, ada aplikasi (pembayaran pajak kendaraan non tunai) yang diberikan secara gratis untuk Riau oleh Bandung," ujar Erizal.

Menurutnya, mencontoh Bandung dalam menerapkan sistem pembayaran pajak kendaraan bermotor akan memberikan kemudahan masyarakat untuk membayar pajak melalui layanan online.

"Biasanya masyarakat mau bayar pajak harus ngantre dulu, nunggu lama padahal mau bayar sudah rumit begitu. Makanya dengan aplikasi ini kita harapkan ada kemudahan.  Berlaku Januari tahun mendatang," ujar Politisi Golkar itu.

Untuk mendukung sistem tersebut, lanjut dia, Badan pendapatan (Bapenda) Provinsi Riau telah melakukan kerjasama dengan Bank Riau-Kepri beberapa waktu lalu. Dimana pihak Bank Riau-Kepri yang nantinya akan menambah titik-titik penempatan mesin ATM sebagai sarana pembayaran pajak.

Nantinya dalam pembayaran pajak, nomer rekening untuk penyetoran pajak dari Bapenda ada diberitahukan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat hanya tinggal menstransfer saja, kemudian bukti transaksi bisa disimpan sebagai bukti bahwa pajak telah dibayarkan."Jadi tinggal membayar di ATM saja," ujarnya.

Pihaknya berharap, agar awal tahun depan sistem tersebut bisa benar-benar berjalan. Karena pihaknya ingin setiap tahun penerimaan asli daerah dari sektor pajak bisa terus meningkat. Jika pada tahun 2017 target pajak kendaraan bermotor sebesar Rp3 triliun lebih, tahun 2018 pihaknya meminta target itu bisa terus ditingkatkan.

"Kalau melihat potensi yang ada, tentu bisa lebih dari target Rp 3 triliun lebih. Untuk itu kami minta Pemerintah provinsi Riau dapat benar-benar menjalankan sistem pajak online tersebut untuk bisa meningkatkan pendapatan daerah," ujarnya pula.(KT5)




comments powered by Disqus

 
 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved