Plt Gubri Buka Seminar Nasional Kerjasama BRK dan Kadin Riau




Plt. Gubernur Riau Arshadjuliandi Rachman mennyaksikan penandatanganan kerjasama Kadin Riau diwakilkan oleh Wakil Ketua Kadin Riau Viator Butarbutar dan Bank Riau Kepri diwakilkan oleh Dirut DR. Irvandi Gustari

Jumat, 28/12/2015 | 22:58
PEKANBARU-Bank Riau Kepri (BRK) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Riau menggelar Seminar Nasional Ekonomi Nasional Indonesia 2015 dan Outlook 2016 Memasuki Masyarakat Ekonomi "ASEAN", Selasa (22/12) di Hotel Pangeran, Pekanbaru.

Seminar yang dibuka Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman dan diikuti 500 peserta ini menghadirkan pembicara level nasional. Di antaranya Prof DR Didik J Rachbini selaku Guru Besar Ekonomi dan Kepala LP3E Kadin Indonesia, Wakil Ketua Kadin Riau, Viator Butarbutar dan Direktur Utama Bank Riau Kepri, DR Irvandi Gustari.

Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman dalam sambutannya mengatakan Menghadapi MEA 2016, sektor unggulan yang perlu digarap adalah pariwisata berbasis budaya di Riau. Menurutnya, sektor pariwisata memiliki nilai strategis, karena memiliki multifier effect yang luas. Ini bisa menjadi peluang bagi Riau yang memiliki view dan lokasi wisata yang tidak kalah dengan daerah lainnya dan perkembangan pariwisata tersebut akan berdampak pada kemajuan UKM-UKM di Riau.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Bank Riau Kepri, HR Mambang Mit mengatakan, MEA di tahun 2016 menjadi tantangan dan peluang bagi masyarakat di seluruh ASEAN dan semua harus bersiap menghadapinya.

Dijelaskannya, seminar bisa menjadi media bagi pelaku usaha dan masukan untuk pemerintah dalam mengambil strategi dalam menghadapi persaingan ekonomi.

Selanjutnya seminar yang dipandu presenter televisi nasional, Maria Kalaik ini, narasumber, Prof DR Didik J Rachbini menyampaikan beberapa faktor yang mempengaruhi ekonomi di Indonesia, baik secara external maupun internal.

Di antaranya dampak penguatan USD di Asia relatif lebih ringan, kecuali Malaysia dan Indonesia.  Kemudian pertumbuhan ekonomi India dan Tiongkok cukup tinggi dan masih menjadi motor penggerak di Asia. Adapun pengaruh dari internal turunnya ekspor Indonesia, terutama batu bara, minyak kelapa sawit dan karet. Hubungan bilateral juga sangat mempengaruhi dari sisi internal.

Sedangkan Direktur Utama Bank Riau Kepri, Irvandi Gustari mengungkapkan, MEA terhadap perbankan ada 5  poin penting yang harus dihadapi, yaitu tingkat penetrasi pasar yang masih minim, peningkatan kompetensi SDM, kecanggihan IT yang masih dipegang bank-bank besar, kebutuhan modal untuk ekspansi bisnis dan penyempurnaan payung hukum perbankan.
 
Tingkat potensi pasar yang masih minim, lanjutnya, bisa dilihat dari masih tingginya masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan. Potensi domestik yang sangat besar, tentunya akan mengundang para pelaku usaha asing untuk bermain di negeri ini.

Menurutnya,  MEA bagi  industri perbankan akan diberlakukan pada tahun 2020 jadi masih ada waktu yang tersisa dan perlu dimanfaatkan sebaik mungkin, guna meningkatkan daya saing. Mengingat perbankan Indonesia cukup tertinggal dibandingkan dengan negara lain dikawasan Asean, terutama Malaysia dan Singapura.

Wakil Ketua Kadin Riau, Dr Viator Butarbutar mengatakan, para pelaku usaha, khususnya di Provinsi Riau, harus benar-benar siap menghadapi MEA 2016 mendatang.

"Seminar selain bertujuan memberikan informasi kepada para pelaku usaha,  sekaligus memberikan masukan kepada pemerintah dan pelaku usaha dalam mengambil kebijakan-kebijakan strategis, menghadapi persaingan ekonomi di tingkat Asean. Dampak MEA ini ada negatif dan positifnya, seperti peluang serta ancamanya. Jadi kita juga harus lebih menitik beratkan pada peluang yang akan kita hadapi," tukasnya.

Viator juga mengungkapkan permasalahan utama di Indonesia umumnya dan Riau khususnya adalah tingkat kompetensi tenaga kerja yang masih dibawah standar dan tenaga kerja yang sudah kompeten belum mendapatkan pengakuan resmi dalam bentuk sertifikat kompetensi.

Untuk itu, perlu peningkatan kualitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia, pelaksanakan percepatan penerapan sistem pelatihan kerja nasional (sislatkernas) dan mengembangkan perjanjian pengakuan kesetaraan (mutual recognation arrangement/MRA) ketenaga kerjaan untuk 10 sektor pioritas yang belum MRA.(adv/humas)

Seminar Nasional kerjasama Kadin Riau dan Bank Riau Kepri  di buka oleh sambutan dari Plt. Gubernur Riau Arshadjuliandi Rachman


Komisaris Utama Bank Riau Kepri HR. Mambang Mit memberikan sambutan


Dirut BRK DR. Irvandi Gustri memaparkan materi tentang Masyarakat Ekonomi Asean tahun 2016

     

Guru Besar Ekonomi dan Kepala LP3E Kadin Indonesia Prof. DR. Didik J Rachbini memberikan penjelasan saat Seminar Nasional berlangsung



Komisaris BRK Rivaie Rachman berikan cenderamata kepada moderator  Seminar Nasional Maria Kalaij disaksikan narasumber Seminar Nasional


Para tamu undangan yang hadir berdoa bersama sebelum acara Seminar Nasional dimulai


 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved